Informasi Prasasti III Astana Gede Kawali tidak Valid

22/03/2012 0 Comments

Pengunjung Minta Disbudpar Segera Perbaiki Isi Materi yang terpampang di Papan Informasi.

Bidang-bidang segi empat yang terbentuk dari 5 garis sejajar dan 9 garis melintang, menghasilkan 45 buah kotak / lubang. Sebaliknya, dalam papan informasi tertulis jumlah kotak atau lubang hanya 40 lubang. Foto : Edji Darsono/HR.

Kawali, (harapanrakyat.com),- Pengunjung Situs Astana Gede Kawali mempersoalkan isi keterangan informasi yang terpampang di ruangan penyimpanan prasasti III. Pasalnya, keterangan informasi tersebut berbeda dengan aslinya (yang terdapat dalam batu prasasti III).

Informasi yang terpampang di ruangan prasasti menyebutkan, lubang/ kotak yang terdapat dalam batu prasasti sebanyak 40 buah. Padahal, setelah dihitung secara seksama, dalam batu prasasti terdapat 45 kotak/ lubang.

Permana, pengunjung dari Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Bandung, Kamis (15/3), mengatakan, kedatangan dirinya ke Situs Astana Gede Kawali yakni untuk melakukan penelitian dan pendataan enam buah prasasti yang ada di situs Astana Gede Kawali.

Kepada HR, Permana mengaku menemukan 5 garis sejajar dan 9 garis yang melintang pada batu prasasti III. Dari kedua garis itu, menghasilkan 45 buah kotak atau lobang dengan ukuran yang berbeda.

Menurut Permana, tulisan/ keterangan yang terpampang di ruang penyimpanan prasasti III harus detail, jelas dan terperinci. Dia khawatir, jika informasi/ keterangan yang salah itu dibiarkan, berakibat pada pendataan dan penelitian yang dilakukan pengunjung juga bisa salah.

Permana menandaskan, sebagai objek penelitian dan pariwisata, tulisan/ keterangan informasi yang menjelaskan tentang prasasti III harusnya tepat dan akurat. Dia menghimbau, agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kab. Ciamis segera memperbaikinnya.

Di tempat yang sama, Eman, Juru Pelihara Situs Astana Gede Kawali, Sabtu (17/3), membenarkan tulisan/ keterangan informasi salah yang terpampang itu. Namun demikian, dia mengaku akan menyampaikan hal itu kepada atasannya (Disbudpar).

Eman juga sering mendapat teguran dan pertanyaan dari pengunjung, soal kesalahan tulisan/ keterangan informasi pada prasasti III tersebut. “Saya tidak berani merubahnya. Biar nanti sama atasan (Disbudpar-red) saya saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengunjung yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan, tulisan yang terdapat dalam batu prasasti III diyakini mengandung mistik. Di dalamnya mengandung pengharapan yang ditujukan kepada sesuatu yang diagungkan dan dipuja.

Pola berbentuk kotak atau lubang, merupakan sebuah kalender/ kolenjer yang digunakan untuk menghitung hari-hari yang dianggap baik. Konon, tidak sembarang orang bisa memahami dan menggunakan simbol-simbol tersebut.

“Yang pasti, juru kunci mungkin lebih mengetahuinya,” pungkasnya. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!