Kades Lapor Polisi, Warga Unjuk Rasa ke Kantor Bupati

08/03/2012 0 Comments

Inspektorat Akan Periksa Kades Tigaherang Terkait Tudingan Asusila

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Menyusul adanya aksi unjuk rasa yang mangatasnamakan Forum Masyarakat Desa Tigaherang Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, di Kantor Bupati Ciamis, Senin (5/3), yang menuntut agar Kepala Desa (Kades) Tigaherang, Syukur Sudrisman, mundur dari jabatannya karena diduga melakukan perbuatan asusila, akhirnya langsung disikapi oleh Pemkab Ciamis.

Pekan ini, Pemkab sudah memerintahkan Inspektorat Kab. Ciamis agar memeriksa Kades Tigaherang terkait tudingan warga tersebut. Apabila tudingan itu terbukti, Kades Tigaherang terancam diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala desa.

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Pemkab Ciamis, Mahmud, SH, MH, mengungkapkan, pihaknya meminta warga Desa Tigaherang agar menahan diri dan menjaga kekondusifan. Karena pihaknya sudah memerintahkan Inspektorat agar melakukan pemeriksaan terhadap Kades Tigaherang.

“Aspirasi dan tuntutan warga kita terima. Sekarang, biarkan Inspektorat bekerja, dan kita minta warga tenang dan menjaga kekondusifan, “ ujarnya, kepada HR, usai melakukan dialog dengan warga Desa Tigaherang di Aula Setda Ciamis, Senin (5/3).

Menurut Mahmud, sebenarnya Inspektorat beberapa waktu lalu sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kades Tigaherang. Namun, saat diperiksa, Kades Tigaherang mengaku dirinya sudah balik memperkarakan tudingan asusila ke pihak kepolisian dengan laporan pencemaran nama baik.

“ Ketika Kades Tigaherang balik melaporkan ke Polisi terkait tudingan terhadap dirinya, dengan laporan pencemaraan nama baik, kita waktu itu langsung menghentikan pemeriksaan. Karena sudah masuk ke ranah hukum, maka kita menunggu hasil pemeriksaan polisi seperti apa,” ujarnya.

Namun, lanjut Mahmud, ketika adanya tuntutan dari warga agar Pemkab melakukan pemeriksaan terhadap Kades Tigaherang terkait kasus dugaan asusila, pihaknya pun akan segera melakukan pemeriksaan.

“ Artinya, kita bersama-sama membuktikan dugaan kasus asusila ini dengan kepolisian. Kita hanya memeriksa dengan mengacu kepada Perda Kabupaten Ciamis tentang aturan kepala desa. Sementara kepolisian memeriksa terkait hukum pidana umum, “ terangnya.

Menurut Mahmud, berdasarkan Perda tentang Kepala Desa, ada aturan mengenai pemberhentian kepala desa. Pada poin itu salah satunya menyiratkan bahwa kepala desa bisa diberhentikan karena melakukan perbuatan tercela. “ Yang dimaksud perbuatan tercela itu pun ada beberapa krateria, salah satunya melakukan perbuatan asusila,” katanya.

,Mahmud juga mengatakan pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat, yakni untuk membuktikan kebenaran terkait tudingan asusila yang diduga dilakukan oleh Kades Tigaherang.

“ Apabila hasil pemeriksaan Inspektorat ternyata tudingan itu terbukti, BPD setempat bisa merekomendasikan ke Pemkab untuk memberhentikan kepala desa. Namun kita pun harus menghormati azas praduga tak bersalah. Semua pihak harus menahan diri dan menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat seperti apa hasilnya,”  ujarnya.

Mahmud juga menjelaskan, tuntutan warga yang meminta agar Kades Tigaherang diberhentikan sementara dari jabatannya menyusul adanya tudingan melakukan perbuatan asusila, tidak bisa dilakukan. Karena seorang kepala desa bisa diberhentikan sementara dari jabatannya apabila kepala desa itu sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam sebuah kasus hukum di Pengadilan.

“ Jadi, dalam pemberhentian sementara ada aturannya. Kita tidak bisa serta merta memberhentikan begitu saja, karena sudah ada aturan hukum yang mengatur soal pemberhentian sementara seorang kepala desa, “ ujarnya.

Mahmud menambahkan sebenarnya konflik antara Kepala Desa Tigaherang dengan BPD dan beberapa warga, pernah terjadi sekitar 2 tahun lalu. Isu yang dihembuskannya pun soal pemberhentian kepala desa dari jabatannya. “ Namun, waktu itu kita sempat tengahi untuk dilakukan mediasi. Akhirnya konflik itu bisa diselesaikan. Tetapi, saat ini konflik itu muncul kembali,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Inspektur Inspektorat Kab. Ciamis, Drs. Adang R. Widjaya, membenarkan pihaknya pekan ini akan memeriksa Kades Tigaherang. “ Insyaallah hari Kamis (8/3), kita akan melakukan pemeriksaan terhadap Kades Tigaherang di kantor Kecamatan Rajadesa,” ujarnya ketika dihubungi HR via telepon selulernya, Selasa (6/3).

Sementara itu, menurut warga Desa Tigaherang yang namanya enggan dikorankan, konflik di Desa Tigaherang sampai bisa meluas dengan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Ciamis, dipicu dari langkah hukum Kepala Desa Tigaherang yang memperkarakan kasus pencemaraan nama baik ke Kepolisian terkait tudingan melakukan perbuatan asusila yang dialamatkan kepada dirinya.

“Kepala Desa terlalu cepat mengambil langkah proses hukum. Alangkah baiknya permasalahan itu diselesaikan dengan cara musyawarah, cukup diselesaikan di tingkat desa, sebelum melangkah melakukan upaya hukum,” ujarnya, kepada HR, Senin (5/3).

Kepala Desa Tigaherang, Kecamatan Rajadesa, Syukur Sudrisman, membenarkan adanya unjuk rasa yang dilakukan Forum Masyarakat Desa Tigaherang, dipicu dari adanya tudingan dirinya melakukan perbuatan asusila.

Dia mengatakan ketidakpuasan sebagian warga terhadap dirinya bukan kali ini saja, tetapi semenjak awal dirinya terpilih menjadi Kades. Ketidakpuasan tersebut ditunjukkan dengan adanya penyegelan pintu balai desa dengan cara digembok, juga papan nama yang ada di depan kantor desa dicurat-coret. Bahkan pada waktu sedang rapat, kaca balai desa sempat ada yang melempar hingga pecah.

“ Seluruh aksi yang mereka lakukan tujuannya agar saya mundur dari jabatan Kades. Tetapi, hal itu saya anggap wajar, hidup di alam demokrasi siapapun boleh mengeluarkan pendapatnya, “ ujarnya, ketika ditemui HR, di rumahnya, Selasa (6/3).

Ketika ditanya soal tudingan dirinya melakukan perbuatan asusila, Syukur enggan memberikan penjelasan. Menurutnya, segala sesuatu mengenai permasalahan yang tengah dia hadapi, sudah diserahkan kepada pengacara. “ Saya serahkan semua urusan itu pada pengacara. Dan perlu dicatat, meski terjadi aksi unjuk rasa, pelayanan publik di Desa Tigaherang tetap berjalan lancar,” katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua BPD, Desa Tigaherang, Anas Al Oman, mengatakan, aksi demo terjadi bukan hanya dipicu karena Kades dianggap melakukan asusila saja, namun juga disebabkan adanya tudingan yang dilontarkan oleh Kades terhadap warga mengenai pelemparan kaca, curat coret pada papan nama, dan pencurian aspal.

“ Aksi unjuk rasa itu sebenarnya akumulasi kemarahan warga. Terlebih, adanya dugaan Kades melakukan perbuatan asusila. Menyikapi hal tersebut, akhirnya Forum Masyarakat Desa Tigaherang sepakat untuk menuntut agar Kades mengundurkan diri dari jabatannya,” ungkapnya, ketika dihubungi HR via telepon selulernya, Senin (5/3).

Sebelumnya, Forum Masyarakat Desa Tigaherang Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Ciamis, Senin (5/3). Mereka menuntut agar Kepala Desa Tigaherang, Syukur Sudrisman, mundur dari jabatanya. Pengunjuk rasa menuding bahwa Syukur diduga telah melakukan perbuatan asusila.

Koordinator Aksi, Sodikin dalam orasinya mengatakan kekecewaan warga melakukan unjuk rasa dipicu akibat kepala desa diduga telah melakukan perbuatan asusila terhadap seorang janda.

“Kami tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan kepala desa. Makanya kami minta Pemkab Ciamis memberhentikan kepala desa agar kondisi desa kembali kondusif,”ungkapnya

Sodikin melanjutkan jika Pemkab tidak segera melakukan tindakan dalam hal ini memberhentikan kepala desa, maka amarah warga tidak akan terbendung. Karena jika tidak diberhentikan, warga Desa Tigaherang akan mengambil tindakan sendiri,”tegasnya. (Bgj/Dji/Es)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply