Korban AK Diduga Akibat Perang Antar Geng Motor

08/03/2012 0 Comments

(Dalam Sepekan, Terjadi Dua Peristiwa Pembunuhan di Lemburbalong)

Banjar, (harapanrakyat.com),- Belum juga hilang rasa keterkejutan warga Lingkungan Lemburbalong, Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar, atas peristiwa pembunuhan yang terjadi hari Jum’at (2/3), pada Minggu (4/3), sekitar pukul 3 dinihari, warga Lemburbalong digegerkan kembali oleh peristiwa penusukan terhadap Hendi Supriyadi (25), alias Ade Keling.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah RT. 03 RW. 06, Lingkungan Lemburbalong, Kel. Pataruman, tepatnya disekitar jalan gang dekat depot pengisian bensin di jalan Purwanegara, Lemburbalong.

Sedangkan, Hendi sendiri merupakan warga Lingkungan Jelat, Kel. Pataruman, namun berdomisili di rumah orang tuanya di Lemburbalong RT03/06. Akibat penusukan yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal, akhirnya Hendi menghembuskan nafas terakhir di ruang IGD RSUD Banjar.

Menurut Riswan (45), Ketua RW 06, yang rumahnya berdekatan dengan tempat kejadian, menuturkan, pada saat kejadian tidak ada suara gaduh seperti orang sedang berkelahi.

“Pada saat kejadian sepi seperti biasanya, cuma saya terbangun setelah mendengar orang ramai di luar, dikira ada maling. Ketika dilihat keluar sudah banyak barudak, dan terlihat ada Ade Keling sedang terduduk dengan bersimbah darah. Saya langsung membangunkan Pak RT,” kata Riswan, pada HR, Minggu (4/3).

Hal senada dikatakan Joni (43), Ketua RT 03. Joni mengaku, dirinya juga tidak mengetahui permasalahan apa yang mengakibatkan Ade Keling ditusuk orang tidak dikenal.

“Ketika sudah mengetahui korban, saya langsung memberitahukan kepada Pak Udju, ayah korban. Saat itu korban masih sadar, dan langsung ditanya oleh ayahnya, namun tidak mau menjawab. Namun ketika istrinya datang, korban baru mau menjawab pertanyaan. Ditusuk bos, ku Andri orang Bandung,” ucap Joni menirukan.

Lebih lanjut Joni mengatakan, bahwa berdasarkan keterangan dari teman korban, pada Sabtu malam (3/3), Ade Keling terlibat pertikaian dengan sekelompok orang di sekitar SMPN 1 Banjar. Namun pertikaian mereka sudah terendus pihak berwajib, dan mereka sudah sepakat untuk damai.

Sekitar pukul 1.30 dinihari, yaitu setelah proses perdamian, korban pulang ke rumah dan meminta dimasakin makan kepada istrinya. Tapi karena istrinya lagi sibuk ngelonin anak pertamanya, lantas istrinya meminta agar memasak sendiri.

Korban pun akhirnya keluar rumah dan berkumpul dengan teman sekampungnya ikut bermain krambol. Sekitar pukul 3 dinihari, korban ada yang mencari 2 orang dengan berkendara motor.

Menurut Paijo, teman korban yang juga sedang bermain krambol, mengatakan, bagian wajah kedua orang tersebut memakai kupluk, sehingga wajahnya terlihat samar. Kemudian korban diantar Paijo dan Dian (teman lainnya-red), menghampiri kedua orang yang mencarinya.

Tetapi Paijo dan Dian tidak lama berada di tempat kejadian, karena mereka di suruh Ade Keling membeli makanan dan rokok ke daerah Jelat yang letaknya berada di seberang jalan kereta.

“Setelah membeli makanan dan rokok, perjalanan pulang kami terhalang oleh datangnya kereta api dari sebelah Timur, maka saya dan Dian menunggu dulu kereta lewat. Ketika kereta sudah lewat, saya melihat posisi Ade Keling tertunduk sambil memegang daerah perut. Sedangkan kedua orang tadi sudah tidak ada di tempat. Waktu dihampiri saya tidak melihat keganjilan, cuma dia berkata, anteurkeun ka imah euy. Tapi, ketika mau diangkat, terasa tubuh Ade Keling begitu berat, dan terlihat ada darah berlumuran,” tutur Paijo.

Paijo pun langsung memberitahukan kondisi tersebut kepada Riswan dan Joni, yang kebetulan tempatnya berdekatan dengan lokasi kejadian. Karena melihat kondisi korban yang terlihat parah, maka Ketua RT dan RW dibantu warga setempat berinisiatif mencari kendaraan untuk mengantar Ade Keling ke rumah sakit.

Namun sesampainya di ruang IGD RSUD Banjar, nyawa Ade Keling tidak bisa tertolong lagi. “Kalau tau mau begini kejadiannya, mungkin sebelumnya saya catat dulu nomor plat motornya,” kata Paijo. (HND)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!