Ojeg & Wiskul Merugi Akibat Jl. Prof. Ir. Sutami Ditutup

16/03/2012 0 Comments

Jl. Prof. Ir. Sutami, tepatnya di sekitar lapangan golf ditutup akibat jembatan Doboku mengalami kerusakan. Pengemudi ojeg yang mangkal di jalan tersebut mengaku dirugikan karena penumpang menjadi sepi. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Pengemudi ojeg yang biasa mangkal di Jl. Prof. Ir. Sutami, tepatnya di sekitar lapangan golf, mengaku, penutupan jalan akibat jembatan Doboku mengalami kerusakan membuat mereka merasa dirugikan karena menjadi sepi penumpang/pelanggan.

Marno (48), salah satu pengemudi ojeg, mengatakan, meski saat ini jembatan tersebut bisa dilalui sepeda motor, namun pelanggan ojeg yang rata-rata penumpang bis dari arah Jawa Tengah tahu bahwa Jl. Prof. Ir. Sutami ditutup, sehingga jarang ada yang turun di pangkalan ojegnya.

“Ada kemungkinan mereka berfikirnya seperti itu, padahal sekarang sepeda motor mah bisa lewat. Memang ada juga yang naik ojeg dari pangkalan ini, namun tidak sebanyak saat jalan belum ditutup, hanya orang-orang yang sudah tahu saja bahwa sekarang motor bisa lewat,” tuturnya pada HR, Senin (12/3).

Marno mengaku, sejak ditutupnya akses jalan tersebut, pendapatan para penarik ojeg yang mangkal di tempat itu menjadi turun drastis dari sebelumnya.

Dia berharap pemerintah secepatnya melakukan perbaikan kerusakan pada jembatan, sebab imbasnya bukan hanya dialami penarik ojeg saja, tapi berdampak pula kepada para pedagang wisata kuliner (wiskul) Doboku.

Hal itu memang diakui oleh salah satu pedagang wiskul Doboku yang namanya enggan dikorankan. Pedagang tersebut mengatakan, akibat adanya penutupan jalan menuju Doboku, sehingga para pelanggan yang datang dari arah sebrang, khususnya pengguna kendaraan roda empat, tidak bisa lewat.

“Bagi mereka yang datang dari wilayah sebrang, misalnya Randegan atau daerah Jawa Tengah, sebetulnya bisa saja dengan memutar jalan ke arah kota dulu, tapi mungkin mereka malas kalau harus memutar jalan yang lumayan jauh. Ya imbasnya pelanggan yang datang juga jadi berkurang, tapi itu tidak signifikan. Tapi kami berharap juga pada pihak pemerintah agar bisa secepatnya jalan jembatan diperbaiki,” katanya. (PRA)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply