“Pemuda” Masihkah Asa di Pundakmu

08/03/2012 0 Comments

OLEH : NANANG SUPENDI,SE

Pengurus Harian Karang Taruna Kota Banjar

 

NANANG SUPENDI, SE

Mencermati beberapa tulisan di Media ini dalam 5 minggu kebelakang yang digagas dalam rangkaian hari jadi kota Banjar ke-9, mengenai harapan, cita-cita kaum muda Kota Banjar yang terangkum dalam forum diskusi yang bertajuk “Secangkir Kopi Panas”, menurut hemat kami perlu juga adanya pembahasan atau pemikiran bagaimana menciptakan pembangunan pemuda itu sendiri, artinya penting adanya penguatan kapasitas pemuda dalam membantu mewujudkan visi misi Kota Banjar serta demi menunjang proses pembangunan yang terus dilaksanakan oleh pemerintah Kota Banjar.

Mengapa penting perlu adanya penguatan kapasitas pemuda?, selain isu berbagai problema pemuda yang terbentang dihadapan kita sekarang sangatlah kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis eksistensi, krisis mental hingga masalah moral. Budaya pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan serba instan dan terlepas dari idealisme sehingga cenderung menjadi manusia yang anti sosial.

Bila demikian, apakah masih relevan pemuda dikatakan sebuah agen perubahan di masa saat ini? Hanya pemudalah yang mampu menjawab pertanyaan ini, yakni melalui kontribusi positif pemuda yang dibuktikan dengan semangat yang tinggi dalam proses pembangunan di segala dimensi.

Problema atau permasalahan pemuda ini menjadi tugas bersama berbagai elemen guna menyelamatkan pemuda sekaligus menyelamatkan kota Banjar dari krisis kepemudaan yang berprestasi.

Pemuda sebagai agen perubahan tidak akan mampu melakukan perubahan yang signifikan jika tidak diberi ruang seluas-luasnya kepada pemuda untuk berinovasi dan berkarya, minimal ikut memberikan kontribusi pemikiran dalam membangun daerahnya kearah yang lebih baik, sehingga peran pemuda nampak kurang. Juga bila tidak didukung dengan sebuah sistem atau perangkat-perangkat pendukung.

Untuk itu pemerintahpun telah menerbitkan seperangkat aturan yang khusus mengatur masalah kepemudaan, yakni Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Dimana Undang-Undang tersebut berorientasi pada pelayanan kepemudaan untuk mewujudkan pemuda Indonesia yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, dan berdaya saing.

Namun demikian seperangkat aturan saja tidak cukup untuk melindungi pemuda dari berbagai kemungkinan terburuk, tanpa didukung oleh peran pemerintah, masyarakat, swasta dan lain sebagainya dalam implementasi seperangkat regulasi. Untuk itu perlu dicari solusi agar proses pengembangan kapasitas dan potensi pemuda bukan hanya terbentuk dalam rencana semata, melainkan direalisasikan melalui mekanisme yang sudah diatur sedemikian rupa. Salah satunya adalah organisasi yang memang merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki pemuda, sebab organisasi merupakan sarana paling efektif untuk menginisiasi dan melakukan perubahan tersebut.

Dari sekian banyak organisasi kepemudaan, Karang Taruna adalah komponen masyarakat akar rumput yang lebih mengetahui kondisi obyektif lingkungan masyarakatnya, karenanya momentum pembinaan generasi muda seperti ini harus diproyeksikan untuk lebih menguatkan Karang Taruna sebagai salah satu dimensi wahana pengembangan dan peningkatan kapasitas pemuda Indonesia. Sebaliknya kita sebagai anggota Karang Taruna harus mampu menunjukan diri sebagai agen perubahan dan menjadi pengawal pembangunan.

Peran aktif pemuda dalam membangun daerah tentunya tidak hanya terlibat langsung dalam proses pembangunan, tetapi banyak hal yang bisa dilakukan pemuda dalam pembangunan, yaitu memberikan pengertian dan menyadarkan masyarakat dalam mengawasi dan memelihara pembangunan termasuk peran aktif yang positif, bahkan selaku pemuda jangan sebentar-sebentar berunjukrasa. Boleh beraspirasi, tapi sampaikanlah dengan cara yang lebih elegan. Mari duduk bersama tentunya dengan pemerintah untuk perubahan yang lebih baik.

Mari kita sama-sama bersatu saling membantu serta bangkit dalam membangun kota Banjar ini kedepan, karena dalam pembangunan ini masih banyak hal yang belum terselesaikan, untuk itu dituntut dari pemuda agar terus berusaha untuk mandiri dan menata diri dalam mengisi pembangunan ini dengan baik.

Oleh karena itu dengan hari jadi kota Banjar yang ke-9, menitipkan asa kami agar pemuda kota Banjar menunjukan perannya dalam memperbaiki pembangunan daerahnya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply