Pemukiman & Jalan Raya Terancam Daerah Bencana

29/03/2012 0 Comments

(Tebing Cipadung Barat Kembali Longsor)

Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Banjar Kamis sore (22/3), tebing di Lingkungan Cipadung Barat, Kel/Kec. Purwaharja, longsor. Tampak material longsoran berupa tanah merah meluber hingga ke tepi jalan. Poto diambil Sabtu (24/3). Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Banjar pada hari Kamis sore (22/3), mengakibatkan tebing yang berada di wilayah Lingkungan Cipadung Barat, Kel/Kec. Purwaharja, longsor. Daerah paparan longsor merupakan akses jalan utama menuju Kota Banjar, dan diwilayah tersebut pada pemukiman.

Material berupa tanah merah dari longsoran tebing meluber hingga ke tepi jalan. Walaupun tidak sampai memacetkan laju arus lalu-lintas, tetapi para pengemudi harus ekstra hati-hati saat melewatinya karena kondisi jalan menjadi semakin licin.

Meski longsor tersebut berada pada satu hamparan dengan lokasi terjadinya gerakan tanah di Kampung Cipadung Barat, pada Mei 2011 lalu, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar belum dapat memastikan kalau penyebab longsor itu akibat adanya retakan bumi, karena perlu ada pengkajian terlebih dahulu dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Kepala BPBD Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, mengatakan, penelitian perlu dilakukan apabila ada tanda-tanda keretakan bumi. Pasalnya, lokasi longsor sekarang belum tentu satu urat nadi dengan lokasi yang dulu..

“Tapi kalau hanya longsor biasa tidak perlu dilakukan pengkajian. Tidak semua longsor itu terjadi akibat adanya gerakan tanah atau retakan bumi. Jadi dalam hal ini, bisa saja longsor terjadi akibat tebingnya curam dan tidak adanya pohon penahan yang kuat,” ujar Tatang, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Senin (26/3).

Meski demikian, lanjut Tatang, pihaknya belum bisa menyatakan kalau daerah itu termasuk rawan longsor, tapi hanya berpotensi longsor saja. Sebab, setiap daerah perbukitan berpotensi terjadinya longsor.

“Yang namanya potensi, itu bisa terjadi, bisa juga tidak. Berbeda dengan rawan, kalau rawan berarti sering terjadi, seperti longsor di daerah perbukitan Cikapundung, Desa Neglasari. Di sana sering sekali terjadi longsor, setiap turun hujan deras pasti longsor,” jelas Tatang.

Sedangkan mengenai adanya bagian jalan yang retak di sekitar Cipadung Barat, tidak jauh dari lokasi kantor Polsek Purwaharja, itu memang akibat patahan bumi. Karena, meskipun jalan telah diperbaiki dengan cara dicor berlapis, tetap saja patahan itu akan terjadi di lokasi tersebut.

Pasalnya, retakan jalan yang ada sekarang ini lokasinya sejajar dengan lokasi bencana gerakan tanah pada Mei 2011 lalu, yang mengakibatkan 23 rumah rusak serta jalan tersebut mengalami amblas dengan kedalaman sekitar 20-40 centimeter. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!