Pentingnya Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah

22/03/2012 0 Comments

Oleh : Asno Sutarno

Asno Sutarno

Memperhatikan dalam UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Memperhatikan dimaksud tersebut bahwa korelasi manusia dengan alam lingkungan sekitarnya akan senantiasa berkaitan dan saling ketergantungan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Akan tetapi di dalam mempertahankan kehidupan tadi muncul permasalahan yang berdampak pada aspek sendi-sendi kehidupan tadi, diantaranya laju pertumbuhan penduduk yang cepat, perubahan pola konsumsi dari semua itu akan berdampak pada timbunan sampah yang dihasilkan pada aktivitas sehari-hari. Timbunan sampah yang terangkut pada tahun 2011 di Kota Banjar 37.302 m3 atau setara dengan volume 9325,5 ton/tahun dan dari volume tadi yang dimanfaatkan oleh pemulung mencapai 185,5 ton/tahun sampah kering dan 256,6 ton/tahun sampah basah, jadi sampah yang tidak termanfaatkan selama tahun 2011 mencapai 8883,4 ton.

Dari statistik yang ada di atas, jika setiap tahun terus menerus tanpa upaya-upaya untuk mengurangi, memanfaatkan kembali dan mendaur ulang sampah-sampah tadi akan semakin menambah volume dan masalah yang besar bagi Kota Banjar. Tentunya menjadi masalah pada sendi-sendi kehidupan untuk beberapa tahun ke depan.

Pemerintah memberlakukan hal-hal yang prinsip dengan UU Pengelolaan Sampah Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah dimana di dalamnya diatur proses pengelolaan sampah dari hulu hingga ke hilir atau dari mulai timbunan sampah di tempat-tempat umum, usaha, industri maupun tingkat sekitar rumah tangga. Sampai dengan proses pengelolaan akhir dari sampah yang tiada lain untuk menjaga kelangsungan hidup kita dan kesejahteraan.

Apa yang perlu kita perbuat pada saat sekarang ini?

Pertama, tentunya peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah yang diawali dari hulu dari skala rumah tangga dan prosesnya sampai tingkat pemprosesan akhir di hilir perlu adanya kesepahaman yang sama dari masyarakat dan tata nilai yang disepakati dalam menjaga lingkungan. Pemukiman sendiri sampah tingkat kawasan kota. Hal ini, tentunya perlu payung hukum yang dipedomani di tingkat kota. Yang merupakan regulasi serta sistem kelembagaan di tingkat kota. Yang merupakan regulasi serta sistem kelembagaan di tingkat lingkungan maupun tingkat kota.

Kedua, pola-pola desiminasi ataupun sosialisasi pentingnya lingkungan bersih dan sehat dan sistem pengelolaan sampah yang baik dengan pola 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau (memperkecil timbunan sampah, memanfaatkan kembali dan mendaur ulang) di tengah masyarakat sehingga ada pemahaman dari masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Ketiga, melaksanakan uji coba dari pola tersebut pada kawasan-kawasan lingkungan dengan metode demonstrasi plot sebagai kawasan uji coba dan penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Keempat, memberlakukan reward bagi masyarakat yang inovatif dan kreatif dalam pengelolaan sampah.

Kelima, pemerintah memfasilitasi terhadap lembaga-lembaga pengelola sampah di lingkungan. Keenam, dijalinnya kemitraan usaha dengan pengusaha yang bergerak pada bahan baku hasil olahan sampah.

Dari peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah ini yakin akan terciptanya kelangsungan kehidupan yang bersih, sehat dan akan mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi dari hasil pengelolaan persampahan. Bagi masyarakat yang berinovatif dan kreativitas serta Banjar tetap menjadi Kota Idaman (indah, damai dan mandiri).

Akhirnya kami menghimbau jadikanlah bahwa sampah adalah bagian dari sisi kehidupan kita, yang perlu kita perlakukan dengan ramah, arif dan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan masalah tetapi barokah, dan jadilah masyarakat kota yang mencintai kotanya, tidak membuat sampah jadi masalah di kotanya tetapi mengelola sampah yang menjadi ramah lingkungan. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!