Petani Berharap, Rajadesa jadi Sentra Produksi Kopi Nasional

22/03/2012 0 Comments

Jenis kopi arabika yang merupakan komoditas potensial Desa Andapraja Kec. Rajadesa Kab. Ciamis. Foto : Edji Darsono/HR.

 

Edji Darsono

Tanaman kopi jenis arabika, merupakan komoditas potensial di Desa Andapraja Kecamatan Rajadesa. Sampai tahun 2012, populasi tanaman sudah hampir mencapai 160.000 pohon, tersebar di wilayah perkebunan milik masyarakat di Desa Andapraja.

Daska, petani kopi asal Dusun Cikupa RT 01 RW 11, Desa Andapraja, ketika ditemui HR, Senin (12/3), mengatakan, jenis tanaman kopi yang ditanam oleh para petani di Desa Andapraja pada umumnya jenis arabika.

Sebab, kopi dapat tumbuh dengan baik pada dataran tinggi, dengan angka ketinggian 1000 meter dpl (diatas permukaan laut). Menurut Daska, kopi ini mempunyai pasar luas.

Lebih lanjut, Daska mengatakan, bagi petani kopi, produksi kopi terus berkembang. Dan tentunya, hal itu membawa angin segar, dalam rangka meningkatkan pendapatan petani kopi yang berada di Desa Andapraja.

Senada dengan itu, Hj. Uri, ketika ditemui HR di kebun kopi miliknya, di daerah Wangun, mengatakan, harga kopi arabika tergolong cukup tinggi. Perkilogramnya, kopi arabika bisa mencapai Rp. 15 ribu.

Uri meyakini, patokan harga tersebut sebanding dengan cita rasa kopi yang sesuai dengan minat para konsumen. Menurut dia, kopi arabika yang ditanam di Rajadesa, beraroma kuat, dan tekstur yang khas.

Dia juga menjelaskan, untuk mendapatkan kopi arabika dengan cita rasa yang tinggi, perlu dilakukan pengolahan kopi secara basah, yaitu proses pengolahan buah kopi, dilakukan secara mekanis dan menggunakan air sebagai medianya.

Sementara itu, Kades Andapraja, Carim, Senin (12/3) di ruang kerjanya, mengatakan, tanaman kopi di desanya menjadi andalan hidup sebagian besar para petani. Bahkan, Desa Andapraja merupakan sebagai sentra kopi.

Meksi diakui Carim, pemerintah Kab. Ciamis, belum sepenuhnya memberikan perhatian terhadap produk kopi yang ada di Desa Andapraja. Perhatian itu berupa pembinaan, pendirian pabrik pengolahan kopi, dan jaminan pasar, baik nasional atau internasional.

Selama ini, lanjut Carim, kopi hasil dari pertanian Andapraja hanya dijual melalui pengepul yang ada di wilayah Kec. Rajadesa dan Rancah. Padahal petani kopi berharap, kopi milik mereka bisa bersaing high competition di tingkat yang lebih tinggi.

Carim juga berharap, Pemerintah Kab. Ciamis dapat menjembatani dan membantu keinginan para petani kopi yang ada di Desa Andapraja, Kec. Rajadesa, untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu sentra kopi tingkat nasional. Alasannya, dalam satu musim, produksi kopi bisa mencapai 482 ton. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply