SMK Taruna Bangsa Rintis Mesin Pengolah Minyak Jarak Pagar

22/03/2012 0 Comments

Salahsatu Upaya SMK Taruna Bangsa, saat melakukan kerjasama pengembangan dan pemanfaatan tanaman jarak untuk biodesel, bekerjasama dengan Investor dari Jepang. Foto : Dokumen SMK Taruna Bangsa.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Bangsa Ciamis menangkap peluang pengolahan minyak jarak pagar. Pasalnya, saat ini pihak pengelola dan siswa SMK Taruna Bangsa tengah menggagas pembuatan mesin press pemerah buah jarak.

Kepala SMK Taruna Bangsa, Agus Gusanto, S.Pd, Sabtu (17/3) di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya sedang merintis alat sederhana, pembuatan alat pengepres jarak pagar, untuk menghasilkan minyak jarak.

Menurut Agus, fungsi dari alat tersebut yakni pengekstrak buah jara menjadi minyak jarak alami (minyak kasar) atau Crude Jatropha Curcas (CJCO). Pembuatan mesin itu melibatkan siswa dari jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan.

“Benar, kami sedang merintisnya. Fungsinya alat itu, sebagai mesin pengekstrak buah jarak menjadi minyak jarak alami. Dan siswa jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan yang terlibat langsung dalam merancangnya. Meski, masih terkendala peralatan dan biaya,“ ungkapnya.

Menurut Agus, minyak nabati dari tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas) dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti minyak bumi dan atau pengganti energy fosil (seperti solar, minyak tanah, minyak bakar). Jarak pagar ini juga dapat menjadi sumber energi alternatif dan menjadi bahan bakar hayati.

Karena dapat beregenerasi, kata Agus, tanaman jarak pagar penghasil minyak nabati bisa juga disebut dengan energi yang dapat diperbaharui (renewable energy) atau lebih tepatnya energi hijau yang terbarukan (biofuel).

Agus menambahkan, saat ini pihaknya baru memanfaatkan jarak sebagai pengganti minyak tanah (kerosin) untuk keperluan memasak.

“Pemanfaatannya baru pada perlatan sederhana, seperti kompor. Namun sumbu kompor ini dibuat dari bahan khusus, karena disesuaikan dengna kekentalan CJCO yang cukup tinggi. Selain itu, minyak jarak ini juga digunakan pada kompor bertekanan udara, seperti kompor yang dipakai oleh penjual gorengan, “ ungkapnya.

Masih menurut Agus, kedepan pihaknya berencana  merintis pembuatan alat pengolah jarak untuk bio diesel. Meski dia mengakui, pembuaatan mesin tersebut membutuhkan peralatan yang memadai dan berbiaya mahal. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply