Tanpa Karcis Parkir, Warga Pertanyakan Keamanan Kendaraan

16/03/2012 Berita Banjar
Tanpa Karcis Parkir, Warga Pertanyakan Keamanan Kendaraan

Warga mempertanyakan jaminan keamanan kendaraan yang diparkir di depan pertokoan dan Toserba Yogya, di Jl. Letjen Soewarto. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah warga mempertanyakan jaminan keamanan kendaraannya yang diparkir di tempat parkir, khususnya di sekitar Toserba Yogya dan Alun-alun Kota Banjar. Pasalnya, petugas parkir tidak memberikan nomor/karcis kepada warga yang memarkir kendaraannya.

Seperti dikatakan Rina (34), warga Lingkungan Parunglesang, Kel. Banjar. Menurut dia, setiap kali akan berbelanja ke toserba tersebut, dirinya selalu mengkhawatirkan keamanan sepeda motornya yang disimpan di tempat parkir.

“Meski ada petugas parkir, tapi tetap saja tidak tenang. Apalagi motor yang diparkir tidak dikunci, karena dilarang petugas parkir, dengan alasan agar motor mudah dipindah-pindahkan. Apakah dijamin aman tidak dikunci, ditambah tak ada karcis atau nomor. Sekarang kasus pencurian sepeda motor tinggi, jadi wajar kalau merasa khawatir,” tuturnya, pekan lalu pada HR.

Rina berharap, pemerintah kota, dalam hal ini dinas berwenang, memberikan pengarahan kepada petugas parkir mengenai keamanan kendaraan.

Hal serupa juga dingkapkan Dede (31), warga Desa Balokang, Kec. Banjar. Dia mengatakan, sebaiknya setiap kendaraan yang di parkir diberikan nomor/karcis guna menjaga keamanan kendaraan.

“Apabila sampai terjadi kehilangan, apakah petugas parkir mau bertanggung jawab. Karena banyaknya kendaraan terparkir, kalau tanpa diberikan nomor/karcis, maka saya yakin petugas sendiri tidak akan tahu satu persatu pemilik kendaraan yang diparkir,” ujarnya.

Lanjut Dede, kalau diberi nomor, otomatis orang yang akan mengambil kendaraan tersebut sebelumnya harus mengembalikan nomor yang telah diberikan oleh petugas pada saat memarkirkan kendaraannya.

UPTD Parkir Janji Akan Instruksikan Penomoran 

Menanggapi adanya keluhan tersebut, saat ditemui HR pekan lalu, Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Banjar, Cecep Kusnadi, SIP., menegaskan, bahwa pihaknya justru menganjurkan agar kendaraan yang diparkir harus dikunci leher atau kunci ganda.

Sedangkan mengenai penomoran, itu tergantung inisiatif dari petugas parkirnya, karena UPTD Parkir hanya menarik retrusbinya saja, tidak menyediakan/memberikan nomor kepada petugas tersebut.

“Kami hanya pada teknisnya saja, misalnya parkir harus pada tempatnya dan dikunci. Dan kami anjurkan, dikunci saja meski petugas parkir menyuruh jangan dikunci. Tapi masalah penomoran yang diusulkan masyarakat menurut kami itu masukan yang baik. Nanti kami akan intruksikan kepada para petugas parkir. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa parkir sendiri maupun petugas parkirnya,” kata Cecep. (Eva)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles