Warga Cimerak Diminta tidak Khawatir Soal Tahapan Ekplorasi

08/03/2012 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kabid ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Dinas Bina Marga SDA dan ESDM Kab. Ciamis, H. Yogi, meminta warga Cimerak tidak terlalu mengkhawatirkan kegiatan/ tahapan eksplorasi atau penelitian tambang pasir besi di wilayah Kec. Cimerak.

Menurut dia, harusnya masyarakat bersyukur, ada perusahaan yang mau melakukan penelitian tambang. Dengan begitu, masyarakat akan mengetahui informasi soal potensi tambang di wilayah mereka.

“Informasi soal kualitas dan kuantitas pasir besi itu, nantinya akan menjadi hak daerah dan masyarakat. Kita harus bersyukur ada yang mau melakukan ekploriasi tersebut. Coba saja bandingkan, kalau masyarakat sendiri yang melakukan penelitian atau ekplorasi berapa biaya yang harus dikeluarkan?” ungkapnya, Senin (5/3), di ruang kerjanya.

Yogi mengungkapkan, kekhawatiran sebagian masyarakat Cimerak tersebut tidak beralasan. Karena, lanjut dia, eksplorasi hanyalah merupakan proses penelitian, bukan eksploitasi atau produksi.

“Hasil penelitian, belum tentu merekomendasikan akan adanya eksploitasi atau produksi tambang. Proses eksplorasi ini, hanya untuk mengetahui kandungan tambang pasir besi di wilayah Cimerak,” katanya.

Dia juga menjelaskan, proses penelitian tambang pasir besi itu akan dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya, penyelidikan umum, eksplorasi dan AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan, serta FS (Fisibility Study).

“Proses itu, sesuai dengan UU Pertambangan dan Batubara 4 Tahun 2009. Khusus untuk amdal, perlu dikaji secara ketat oleh Komisi Amdal. Sementara hasilnya, akan dilihat dari berbagai sisi, seperti sisi Teknik, Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Setelah itu, baru dipresentasikan kepada pihak pemerintah. Dan soal tindakan lebih lanjutnya, tergantung hasil penelitian, jadi apa yang perlu dikhawatirkan?” katanya.

Sementara itu, ketika ditanya soal isu ekplorasi tambang pasir besi di lepas pantai keusik luhur Cimerak, Yogi mengutarakan, agar masyarakat di Kec. Cimerak dapat berfikir secara jernih.

“Ada investor yang mau bersusah payah untuk meneliti, kok ditolak! Ciamis termasuk kabupaten yang tertib melakukan administrasi perizinan, perusahaan yang mengajukan izin eksplorasi akan diseleksi sedemikian ketat, supaya hasilnya bisa menjadi informasi bagi kepentingan masyarakat dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Meski diakui Yogi, royalti hasil pertambangan biasanya akan diambil oleh pemerintah pusat, dan pemerintah daerah hanya menikmati dana bagi hasil saja. Dia juga menambahkan, secara hitungan teknis, batasan eksplorasi laut terbagi kedalam beberapa wilayah kewenangan.

“Eksplorasi Pantai dibawah 4 Mil merupakan kewenangan daerah/ Pemkab. Dari jarak 4 Mil hingga 12 Mil, ada di kewenangan Propinsi. Di atas 12 Mil, kewenangannya ada di Pemerintah Pusat,” katanya.

Namun, terlepas dari masalah kewenangan, Yogi menegaskan, eksplorasi hanyalah sekedar salah satu tahapan proses penelitian. Dari proses itu, masyarakat dan Pemerintah akan mendapatkan informasi tentang potensi tambang, yang difasilitasi oleh investor.

Di akhir perbincangan, Yogi juga menandaskan, bahwa pada prinsipnya semua pihak, meliputi masyarakat, pemerintah, pengusaha dan pihak lain, ingin mencapai tingkat kesejahteraan. “Semua pihak secara prinsip ingin sejahtera, kenapa harus diperselisihkan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Drs. Durachman, mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan bila upaya pemerintah mengundang investor dibarengi dengan kekhawatiran yang berlebihan.

Menurut dia, mengundang investor tambang, untuk sekedar meneliti kandungan tambang di wilayah Cimerak, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Toh, infromasi hasil penelitian tersebut, nantinya akan berguna bagi Pemkab Ciamis dan masyarakat. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply