Yuyun Tewas Mengenaskan Akibat 14 Tusukan Gunting Dihadapan Anaknya

08/03/2012 0 Comments

(Kisah Tragis Pedagang Cuhcur)

Pedagang kue cuhcur yang santun dan baik hati itu harus meregang nyawa dengan 14 tusukan yang dilakukan oleh mantan suaminya dihadapan anaknya.

Hendra Irawan

Jum’at pagi, (2/3), sekitar pukul 07.30 WIB, masyarakat Lemburbalong, di gemparkan oleh kasus pembunuhan terhadap Yuyun (45), warga RT. 04 RW. 05, Lingkungan Lemburbalong, Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar.

Tragisnya, pelaku pembunuhan merupakan mantan orang paling dekat dengan korban, yakni Tatay (50), mantan suaminya. Sebagai bapak bagi Taufik Hidayat (14), anak dari hasil perkawinannya dengan Yuyun, seharusnya Tatay menjadi pelindung dan penguat hubungan tali silaturahmi dengan anak dan mantan istrinya tersebut.

Namun Yuyun harus meregang nyawa karena kekalapan sang mantan suami yang terkenal dengan sikapnya yang kasar dan pencemburu berat.

Semasa hidupnya Yuyun berjualan makanan olahan di sekitar Pasar Subuh, kue cuhcur, kue lapis, dan kue awug. Setiap hari dia berangkat selepas sholat subuh dan pulang sekitar pukul 7 pagi.

Hasil dari penjualan kuenya tersebut dia simpan untuk modal bahan pembuatan kue berikutnya. Sedangkan sisanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan makan dirinya dan Taufik, anak semata wayangnya hasil pernikahan dengan Tatay.

Sebelumnya Yuyun pernah menikah, dan dari pernikahannya yang pertama Yuyun dikaruniai 2 orang anak. Keduanya hidup di luar kota, sehingga Taufik lah anak yang paling dekat dan hidup bersama dengan dirinya.

Dalam kesehariannya, Yuyun sibuk berkutat di depan kompor gas kecilnya menyulap bahan adonan menjadi berbagai macam kue untuk dijajakan di pasar. Namun, tak sedikit pembeli yang datang langsung ke rumahnya. Sedangkan Taufik selalu setia membantu sang ibu mengambilkan air di sumur dekat rumahnya.

Sebetulnya dulu Yuyun perna menjadi TKW, tapi keberuntungan belum berpihak pada dirinya, sehingga dia pun kembali pulang ke kampung halaman untuk meneruskan usaha turun-temurun, yakni membuat dan menjual kue cuhcur.

Dimata tetangganya Yuyun dikenal sebagai pribadi yang santun dan baik hati. Tak heran banyak sekali orang yang merasa kehilangan atas kematiannya, terlebih Yuyun meninggal secara tidak wajar.

Ketua RT. 04/05, Ahmad Muhamad, mengatakan, jauh sebelum insiden pembunuhan terjadi, acapkali Tatay sering kelihatan mengunjungi rumah mantan istri tersebut. Namun, kedatangan Tatay sering diusir oleh Ahmad selaku Ketua RT, maupun warga setempat.

“Memang Tatay sering datang kerumah Yuyun, dan waktunya juga tidak tentu, tapi biasanya datang pada malam hari. Saya sebagai Ketua RT disini suka memperingatkan, bahkan mengusirnya jika kelihatan Tatay masuk ke rumah Yuyun, karena sudah bukan muhrim lagi,” jelas Ahmad.

Menurut Ahmad, Tatay sepertinya sudah merencanakan pembunuhan dengan matang, pasalnya dia mengetahui bahwa pada pagi hari sekitar pukul 7-an warga sudah berangkat kerja, sehingga dia bisa leluasa masuk ke rumah Yuyun untuk menghabisi nyawanya.

Diakui Ahmad, memang pada saat kejadian keadaan lingkungannya sedang sepi. Ahmad dan beberapa warga lainnya masih terlelap tidur karena baru pulang jaga malam/ronda.

Ada kemungkinan, pada saat masuk Tatay mengunci pintu dari dalam, sehingga Yuyun tidak bisa keluar. Warga baru curiga ketika mendengar teriakan minta tolong yang disertai bunyi kegaduhan dari dalam rumah.

Ketika warga menghampiri rumah dan berusaha membuka pintu, namun keadaan pintu terkunci dari dalam, dan warga yang hendak menolong terpaksa mendobrak pintu rumah Yuyun.

Ucu (40), warga lainnya yang mendobrak pintu rumah Yuyun mengatakan, dirinya melihat Tatay sedang menindih Yuyun sambil memukulkan tangan keras-keras ke tubuh Yuyun. Saat itu Ucu tidak bisa melihat dengan jelas benda apa yang dipegang Tatay karena terhalang darah. Dia hanya melihat Tatay memegang alat yang gagangnya berwarna merah sambil ditusuk-tusukan ke tubuh Yuyun.

“Bahkan Pa Mamat (warga lainnya-red) yang berusaha melerai juga ngajengkang karena didorong Tatay. Sambil lari keluar Tatay membuang alat tadi, kami kejar dan Alhamdulillah Tatay tertangkap, dan alat yang digunakan ternyata berupa gunting rumput yang besar,” tutur Ucu.

Kemudian, Taufik Hidayat yang melihat langsung kejadian, menuturkan pada HR. Saat itu wajah Taufik terlihat menyimpan rasa kaget yang luar biasa atas peristiwa yang terjadi. Dengan mengenakan baju yang masih penuh bercak darah ibunya, Taufik terbata-bata menceritakan kronologis kejadian.

“Duka kumaha mimitina da abi nuju bobo, ngan kadangu si mamah tulung-tulungan, pas gugah katingali si bapa keur nusuk-nusuk si mamah ku gunting, malah si bapa oge rek nusuk abi, untung panto kaburu di dobrak,” tutur Taufik, sambil memperlihatkan luka goresan di tangan sebelah kiri akibat tusukan Tatay.

Ada 14 tusukan di tubuh Yuyun

Sementara itu, Kasat. Reskrim Polresta Banjar, AKP. Kosasih yang ditemui di tempat kejadian, membenarkan, bahwa alat yang digunakan Tatay untuk membunuh Yuyun adalah gunting.

“Memang benar, alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban adalah berupa gunting, dan alat bukti tersebut sudah kami amankan. Selain itu, jumlah tusukan membabi buta terhadap tubuh korban kurang lebih 14 tusukan,” jelas Kosasih.

Di tempat yang sama, Lurah Pataruman, Mamat Rahmat, S.STP,. mengatakan, bahwa pihaknya beserta masyarakat harus bersiap-siap menjaga wilayah secara bersama-sama, agar kriminalitas dapat ditekan lebih rendah lagi. “Selain itu, ini merupakan imbas konsekuensi dari kehidupan kota yang mulai hinggap dikehidupan warga Kota Banjar,” ujarnya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!