Larang Ekspor Hasil Tambang, Pengusaha Wajib Bangun Pabrik

05/04/2012 0 Comments

(Permen ESDM Nomor 7 tahun 2012)

Ciamis, (harapanrakyat.com),Menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral No.7 Tahun 2012 Tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral, Februari lalu, mewajibkan setiap perusahaan penambangan melakukan pengolahan sekaligus melarang ekspor Mineral. Bagi perusahaan tambang, ketentuan tersebut wajib diikuti setelah tiga bulan Permen itu diterbitkan.

Larangan ekspor dan kewajiban membangun pabrik pengolahan atau Smelting adalah syarat mutlak yang harus dilakukan para pengusaha tambang. Ketentuan tersebut dikeluarkan pemerintah dengan alasan banyaknya ekspor besar-besaran bahan tambang ke luar negeri.

“Dengan Permen tersebut akan nada nilai tambah, baik bagi pemerintah, masyarakat dan kalangan pengusaha tambang itu sendiri. Kami sangat bersyukur karena akan ada penambahan tenaga kerja, dan peningkatan harga jual tambang,” ungkap Ketua Balegda (Bdan Legislasi Daerah) DPRD Ciamis Dr. H. Totong Karyo, Minggu (1/4).

Totong menambahkan, kalau bahan tambang diolah dulu dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi, bahkan hingga bahan jadi, akan menambah nilai tambah bagi harga bahan tambangnya sendiri.

“Permen tersebut akan berdampak pada peningkatan tenaga pengolahan hasil tambang dan juga naiknya harga hasil tambang akibat dari munculnya pabrikasi tambang. Tentunya, hal itu juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, pemerintah dan para pengusaha,” tambahnya.

Masih menurut Totong, pihaknya dalam membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertambangan dan RUTR Kab. Ciamis, akan berlandaskan pada UU dan Peraturan yang lebih tinggi termasuk Permen No.7 Tahun 2012 ini.

“Kami dalam menyusun Rancangan Perda Pertambangan dan RUTR akan berlandaskan pada UU yang lebih tinggi termasuk Permen no 7 tahun 2012. Malah di RUTR akan ditegaskan tentang industri pengolahan pertambangan, supaya dalam aktivitas penambangan harus ada nilai tambah, kalau tidak ada buat apa undang investor penambang,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang ESDM Dinas Bina Marga, SDA dan ESDM Kabupaten Ciamis, H.Yogi , mengatakan berkaitan dengan adanya Permen no.7 Tahun 2012, pihaknya akan menunggu hasil eksplorasi dari para investor penambangan. (dk)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!