Pemkab Diminta Perhatikan P4S

12/04/2012 0 Comments

(Peningkatan SDM Syarat Mutlak Mencapai Sukses Agropolitan)

Screen House Cabai Merah Keriting di Desa Tengger Sukamantri sebagai Program Lembaga Mandiri Yang Mengakar di Masyarakat (LM3) yang dikelola oleh Pesantren Hidayatul Ulum Pimpinan KH. Edi Djunaedi sudah mengalami 3 x panen dengan pendapatan perpanen sekitar 20 jutaan rupiah. Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

“Dengan fasilitas penginapan yang hanya bisa menampung 30-40 orang, sementara kalau sekali pelatihan dari berbagai daerah datang 3-4 bis kami kewalahan, keperluan membangun asrama sangat mendesak, belum lagi sarana teknologi seperti internet belum kami miliki, terakhir kami membeli OHP pun patungan dari para petani,” Ketua Gapoktan Karangsari, Pipin A Philin

Ciamis, (harapanrakyat.com), Peningkatan sumberdaya petani di Kawasan Agropolitan adalah syarat mutlak kesuksesan membangun kawasan agropolitan. Seperti yang terpotret di Sukamantri, keberadaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Gapoktan Karangsari mampu mendorong partisipasi petani dalam mengembangkan kapasitas pengelolaan budidaya tanamnya.

P4S ini telah dijadikan pusat pelatihan petani dari berbagai daerah di Indonesia, baik petani cabai maupun petani lainnya. Bahkan baru-baru ini P4S Karangsari bekerjasama BLPP (Balai Pusat Pelatihan Pertanian) Lembang, melatih puluhan siswa dari beberapa sekolah menengah seperti SMK Pertanian Cipaku, SMA Cisaga dan Cimaragas mengadakan Agri Trainning Camp (Kemping pelatihan Agribisnis).

“P4S ini mendapat kepercayaan dari para petani dari berbagai pelosok tanah air untuk sama-sama menggali ilmu pertanian. Selain itu melatih para pengangur di Sukamantri untuk bekerja disektor pertanian melalui P4S ini, karena kami sadar untuk mengembangkan agropolitan harus dibangun peningkatan SDM-nya dulu,” ungkap Ketua Gapoktan Karangsari, Pipin A Philin, Senin, (09/04) di Sukamantri.

Pipin menambahkan peningkatan SDM ini tak bisa ditawar-tawar mengingat pembangunan agropolitan harus mendapat dukungan semua pihak.

“Apalagi Sukamantri sudah dijadikan Cluster Nasional Pengembangan Cabai, pihak perbankanpun melalui BI Tasikmalaya sudah bekerjasama dengan kami, dan PT. ABC pun sudah melakukan MoU dengan kami, dimana 200 ton cabai setiap enam bulan harus kami pasok, artinya kebutuhan peningkatan SDM sangat mendesak sekali,” tuturnya.

Pipin menegaskan semangat swadaya dari para anggotanya ini untuk membangun pusat pelatihan yang memadai masih lah jauh.

Masih menurut Pipin, pihaknya mengharapkan Pemkab Ciamis memperhatikan Kondisi P4S sebagai sarana peningkatan SDM untuk membangun kawasan agropolitan.

“Keberadaan P4S ini menjadi tempat bukan hanya bagi petani Sukamantri saja petani manapun bisa melakukan pelatihan di tempat ini, kami berharap ada perhatian dari Pemkab Ciamis untuk membangun P4S ini,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!