PONjabar

Perbaikan Irigasi Sawah Paniisan Tanggungjawab BBWS Citanduy

Saluran Irigasi Pasung Paniisan Kec. Purwadadi tidak terawat dan mengalami pendangkalan. Akibatnya, sawah warga sering digenangi air, bahkan seringkali luapan air irigasi sampai ke pemukiman warga Karangtengah. Foto : Aam Lusyana/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Terkait soal perbaikan sarana dan prasarana pengairan di wilayah persawahan Paniisan Desa Sukamulya Kec. Purwadadi, Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Binamarga SDA dan ESDM Kab. Ciamis, Agus Komara, menyatakan bahwa perbaikan tersebut di bawah wewenang BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citanduy.

Agus ketika ditemui HR Minggu lalu, mengungkapkan, bahwa sesuai dengan hitungan luas area persawahan di wilayah Purwadadi, penyediaan dan pengelolaan sarana pengairan ada pada kewenangan BBWS Citanduy.

“Jika luas area sawah itu di bawah 1000 hektar, pengawasan dan pembuatan irigasinya dilakukan oleh pihak Pemkab. Ciamis. Sementara luas area pesawahan di wilayah Purwadadi terhitung mencapai di atas 3000 hektar,” ungkapnya.

Menurut Agus, PSDA Kab. Ciamis belum pernah melaksanakan proyek pengerjaan pembuatan irigasi diatas kapasitas 3 ribu hektar. Jadi, soal perbaikan saluran pengairan di wilayah Paniisan bukan menjadi kewenangannya.

Dengan kata lain, perbaikan saluran pengairan atau irigasi di wilayah Desa Sukamulya menjadi tanggungjawab BBWS Citanduy. Karena luas area pesawahan di wilayah itu mencapai diatas 3 ribu hektar.

Seperti diberitakan HR beberapa waktu lalu, Saluran irigasi (pengairan) Pasung Paniisan Desa Sukamulya Kec. Purwadadi sudah lima tahun ini dibiarkan mengalami pendangkalan. Akibat kondisi itu, ratusan hektar sawah milik petani setempat sering gagal panen, lantaran digenangi air.

Terlebih curah hujan belakangan ini, sedang tinggi-tingginya. Air yang seharusnya mengalir di saluran irigasi, malahan meluap dan membanjiri sawah. Tidak terkecuali, luapan air irigasi tersebut membanjiri pemukiman warga di Dusun Karangtengah Desa Sukamulya.

Atang (51), petani Desa Sukamulya, mengatakan, dirinya sering mengalami kerugian karena harus gonta-ganti benih padi. Selain itu, karena kerap tergenang air kwalitas padi menjadi kurang baik.

Menurut Atang, air irigasi Pasung Paniisan kerap meluap akibat saluran air tersebut mengalami pendangkalan. Parahnya lagi, sejumlah saluran irigasi juga jebol. Dia berharap, Pemkab. Ciamis segera memperbaiki saluran irigasi yang selama ini menjadi penopang bagi petani Desa Sukamulya.

Sementara itu, Kades Sukamulya, Surahman, S.IP, membenarkan kondisi saluran air irigasi tersebut sudah dangkal sejak lima tahun silam. Akibatnya, saluran air tidak berjalan normal. Bahkan seringkali air meluap hingga ke permukiman warga di Dusun Karangtengah Desa Sukamulya.

Menurut Surahman, selama kurun waktu lima tahun, petani sudah mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Untuk itu, dia meminta Pemkab. Ciamis melalui Dinas/ Instansi terkait melakukan perbaikan, untuk memperlancar pengairan ke area pesawahan warga di desanya. (es/amlus)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below