Petani Balokang Minta Pemerintah Segera Bangun Irigasi

19/04/2012 0 Comments

Petani di komplek pesawahan Balokang, Kec. Banjar, berharap pemerintah segera membangun saluran irigasi supaya mereka bisa meningkatkan hasil panennya. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Para petani di Desa Balokang, Kec. Banjar, Kota Banjar, berharap, pemerintah segera membangun saluran irigasi di daerah tersebut supaya hasil produksi padi mereka dapat ditingkatkan.

Selama ini, kawasan pesawahan Balokang merupakan sawah tadah hujan yang hanya bisa ditanami padi satu tahun sekali. Namun, jika dibuatkan saluran irigasi dengan sumber pengairannya dari Situ Leutik di wilayah Desa Cibeureum, maka dalam satu tahun bisa ditanami padi 2-3 kali.

Mamat, salah seorang petani asal Balokang, mengatakan, dirinya pernah mendengar kabar bahwa setelah ada Situ Leutik, areal pesawahan di Balokang bisa menjadi sawah teknis sebab pemerintah akan membangun saluran irigasi.

“Tapi ternyata sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dibangun saluran irigasi, padahal pembangunan Situ Leutiknya sudah selesai sejak lama,” ujarnya, pada HR, Senin (16/4).

Selain itu Mamat juga mengaku, selama ini para petani di areal pesawahan Balokang belum mampu meningkatkan kualitas maupun hasil panennya, sehingga masalah tersebut berdampak terhadap harga jual padi.

Bahkan, jika dalam kurun waktu 2-3 minggu tidak turun hujan, lahan yang sudah ditanami padi akan kekeringan, seperti yang terjadi beberapa tahun kebelakang dimana para petani mengalami gagal panen.

“Kami berharap kegagalan serupa tidak terulang lagi pada musim tanam sekarang. Makanya kami berharap pemerintah segera membuat saluran irigasi di daerah ini,” harap Mamat.

Hal senada juga diungkapkan Rosinah, petani lainnya. Dirinya pun mengaku pernah mendengar kabar dari petani lain mengenai rencana pembangunan saluran irigasi di blok pesawahan Balokang.

“Dibangunnya saluran irigasi kan tujuannya supaya produksi padi petani bisa lebih meningkat. Tapi sayang sampai sekarang rencana itu hanya wacana saja, padahal para petani sudah menanti-nanti,” kata Rosinah. (PRA)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply