Peternak Sapi Sukamaju Sulap Kotoran Sapi jadi Biogas

26/04/2012 0 Comments

Wati saat sedang mencoba menyalakan kompor dengan bahan bakar Biogas kotoran sapi. Foto : Aam Lusyana/HR.

Purwadadi, (harapanrakyat.com),- Kelompok peternak sapi Sukamaju Desa Karangpaningal Kecamatan Purwadadi sukses menciptakan biogas dari kotoran sapi. Alhasil, beberapa anggota kelompok sapi sudah menggunakan biogas dari limbah tersebut untuk kebutuhan memasak setiap hari.

Benben, pengurus kelompok peternak sapi Sukamaju, Senin (23/4), mengatakan, pada akhir tahun 2011, dia dan enam warga lainnya mendapatkan bantuan beberapa ekor sapi dari anggota DPR RI. Sapi itu, untuk menyuplai kebutuhan pembuatan biogas dari kotoran sapi.

“Alhamdulillah, berkat bantuan beberapa tenaga teknisi, selama satu bulan, akhirnya kami bisa membuat biogas dari limbah kotoran sapi, ” katanya.

Dalam proses pembuatan biogas, kata Beben, dibutuhkan tiga buah bak dan satu diantaranya berukuran kecil untuk proses menghaluskan kotoran. Dari bak itu, kemudian kotoran yang sudah dihaluskan, ditampung ke dalam tabung besar, untuk pemisahan gas dengan ampas kotoran sapi.

“Dari tabung itu, kemudian dipasang selang yang dihubungkan ke tabung utama penampung gas,” katanya.

Setelahnya, lanjut Beben, gas yang sudah tertampung di dalam tabung utama, kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga melalui selang yang dihubungkan langsung ke kompor gas milik warga.

Dia menambahkan, aroma biogas dari bahan kotoran sapi tersebut tidak berbau seperti Gas ELPIJI. Selain itu, biogas tidak akan habis, asal dengan rutin kotoran sapi dalam bak penampung selalu diisi. Untuk menggunakan biogas, caranya setelah dibuka kran pada kompor, harus dipancing dengan menyalakan api terlebih dulu.

“Sedikitnya tujuh rumah sduah menikmati biogas dari limbah sapi. Saat inik, sapi yang dimiliki kelompok sudah berjumlah 15 ekor. Dan warga yang mendapatkan biogas itu, bisa menikmatinya, tanpa khawatir akan meledak, seperti yang terjadi pada gas ELPIJI. Bahkan, tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli tabung gas,” ungkapnya.

Wati (42), warga Desa Karangpaninggal, mengaku sangat bahagia bisa mengunakan biogas dari bahan kotoran sapi tersebut. Menurut dia, kini dirinya tidak lagi harus memikirkan biaya untuk membeli tabung gas. Ia bahkan bisa mengirit biaya hingga Rp 64 ribu dalam satu bulan. Angka itu dia dapatkan bila membeli 4 tabung gas elpiji ujuran 3 kg.

“Saya berharap, Pemkab. Ciamis memberikan bantuan tambahan sapi, agar biogas bisa dinikmati semua warga di Purwadadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Karangpaningal, Uhin, mengatakan, pihaknya sangat mendukung program biogas yang dilakukan oleh kelompok peternakan di desanya itu, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan kedepannya, jumlah sapi terus bertambah, sehingga masyarakat banyak yang menikmati biogas, untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” pungkasnya. (amlus)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!