Sosialisasi Empat Pilar Negara di Ponpes Gegempalan Panjalu

05/04/2012 0 Comments

(Drs Agun Gunanjar Sudarsa., Bc.Ip., M.Si)

Ketua TIM Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang juga Ketua Komisi Dua DPR RI, Drs. Agun Gunanjar Sudarsa., Bc.,Ip., M.Si., ketika mensosialisasikan empat pilar Negara RI, di hadapan ratusan guru PKN Se-Kab Ciamis, yang berlangsung di Ponpes Gegempalan Panjalu. Foto : Dian Sholeh Wardiana/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Negara Indonesia mempunyai banyak perbedaan suku, bahasa dan agama. Perbedaan tersebut harus dijadikan suatu kekayaan dan kekuatan  bangsa agar tetap bersatu. Untuk itu maka perlu dipahami dan diimplementasikan nilai-nilai pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Kondisi bangsa yang terjadi saat ini sudah sangat menghawatirkan, dan perlu diwaspadai oleh semua elemen masyarakat. bangsa ini seolah telah kehilangan arah dan tidak ada lagi kepercayaan terhadap ideology bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ketua TIM Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang juga Ketua Komisi Dua DPR RI, Drs. Agun Gunanjar Sudarsa., Bc.,Ip., M.Si., ketika mensoialisasikan empat pilar Negara RI, di hadapan ratusan guru PKN Se-Kab Ciamis, yang berlangsung di Ponpes Gegempalan Panjalu.

Agun menuturkan, seluruh rakyat Indonesia adalah satu keluarga besar yang tinggal di rumah besar bernama Indonesia. Sebagai satu keluarga, harus saling menghormati, menjaga dan melindungi tanpa membeda-bedakan.

Rumah Indonesia adalah skala besar, dalam skala kecilnya adalah rumah keluarga, yang juga bisa disebut sebagai rumah pancasila. Rumah pancasila ini harus berisi penuh dengan nilai ketuhanan, penuh dengan nilai kemanusiaan, yang adil dan beradab, penuh dengan semangat kerukunan, selalu berinteraksi dan berkomunikasi, dan ada rasa keadilan buat semua anggota keluarga.

Lanjut Agun, masalah-masalah kenegaraan yang mewarnai perjalanan hidup Negara Indonesia tidak menjadikan Negara jatuh. Indonesia terus berbenah agar tetap menjadi Negara yang kuat dan kokoh.

“Nilai-nilai pancasila sudah menjadi nafas hidup sehari-hari. Maka nilai-nilai tersebut akan berdampak dan terimplementasikan di lingkungan sekitar. Semua itu hanya bisa bergerak cepat jika ada keteladanan dari penyelenggara Negara,” ungkapnya.

Berbagai kerusuhan, pertikaian, tawuran, dan konflik sosial yang terjadi di Indonesia, kata Agun, bukanlah terjadi karena persoalan suku agama, ras, dan antar golongan. Melainkan ketidakmampuan Negara memberikan fungsi sosial kepada masyarakat.

Sementara itu, K.H Saepul Ujun, Pengasuh Ponpes Gegempalan, mengatakan, sangat merespon positif kegiatan sosialisasi empat pilar. Bahkan, masyarakat yang tidak ada dalam daftar undangan, menyempatkan datang untuk mendengarkan pemaparan sosialisasi 4 pilar tersebut.

Adanya kerjasama antara pesantren dengan MPR RI dalam kegiatan sosialisasi empat pilar, bertujuanuntuk lebih memantapkan pemahaman empat pilar kebangsaan Indonesia. Karena akhir-akhir ini pemahaman empat pilar semakin menipis di tengah masyarakat. Sehingga mengakibatkan terjadinya gerakan-gerakan yang mengancam ketentraman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memahami empat pilar kebangsaan sangat penting, tambah Ujun. Bagi Islam mencintai dan menjaga kelangsungan kehidupan berbangsa bernegara, nilai-nilai keadilan, menjaga Negara kesatuan Negara Republik Indonesia adalah sudah menjadi suatu kewajiban.

“Pemahaman terhadap Nilai-nilai kebangsaan dan agama sangat penting. Jangan sampai kehidupan berbangsa dibenturkan dengan keyakinan agama. Jika dibenturkan, kemungkinan bisa terjadinya gerakan-gerakan yang mengancam NKRI,” pungkasnya. (DSW)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply