Tebing Belokan Ciembe Longsor, Jadi Peluang “Pungli”

12/04/2012 0 Comments

Tebing setinggi hampir 10 meter di belokan Ciembe Desa Purwasari Kec. Kawali longsor. Warga setempat minta pemkab. Ciamis segera melakukan perbaikan. Foto : Deni Supendi/HR.

Kawali, (harapanrakyat.com),- Arus kendaraan Ciamis-Kawali-Cirebon terganggu, akibat tebing setinggi kurang lebih 10 meter, di belokan Ciembe, Dusun Madura Desa Purwasari Kec. Kawali longsor. Warga menduga, longsor itu terjadi akibat tanah tebing diguyur hujan secara terus-menerus.

Wawan, warga setempat, Jum`at (6/4), mengatakan, longsornya tebing belokan Ciembe terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Dia dan warga khawatir, jika tidak segera diperbaiki, tebing itu akan memakan korban.

Menurut Wawan, posisi tebing yang longsor itu tepat berada di belokan. Jadi, untuk menghindari kecelakaan, dirinya dan warga membuat palang, dan melakukan penjagaan secara bergiliran.

“Sementara ini, belokan Ciembe dijaga oleh warga setempat. Soalnya jika tidak kita jaga, khawatir justru bisa memakan korban. Apalagi malam hari, disini tergolong gelap, lantaran tidak ada penerangan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selama ini belum ada upaya dari pemerintah, untuk melakukan perbaikan. Untuk itu, dia berharap Pemkab. Ciamis, melalui Dinas atau instansi yang bertanggung jawab, segera menindajau ke lapangan, kemudian ditindaklanjuti dengan program perbaikan.

Pungli di Lokasi Longsoran

Kerusakan infrastruktur yang ada di Kab. Ciamis kerap menjadi peluang baru bagi oknum warga tertentu untuk melakukan praktek pungutan liar (pungli). Dalihnya, pungutan tersebut akan digunakan untuk perbaikan, atau malah digunakan untuk kepentingan yang lain.

Seorang pengendara yang akan berangkat ke Majalengka, Kurniawan, mengatakan, pungli yang dilakukan oknum warga di sekitar belokan Ciembe, meresahkan pengendara. Pungli oleh oknum warga itu dilakukan dengan berpura-pura mengatur lalu lintas kendaraan, dan memandu kendaraan supaya tidak terjebak ke arah longsoran tebing.

Tapi di samping itu, oknum warga tersebut menunjukkan muka yang kurang sedap, saat dirinya tidak memberikan sejumlah uang. “Pengen tau aja. Ya memang mereka mengatur lalu lintas kendaraan dari dua arah. Tapi, kok malah menunjukkan muka gitu (wajah marah-red) saat tidak dikasih uang,” ungkapnya.

Meski setelah itu, Kurniawan mengaku berhenti dan bertanya-tanya soal penyebab longsornya tanjakan Ciembe tersebut. Dia berharap, Pemerintah dan aparat segera bertindak, agar kerusakan infrastruktur, tidak selalu dijadikan lahan pungli bagi oknum-oknum tidak bertanggungjawab. (deni)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply