Tiga Desa di Cipaku Dapat Jatah Prona “Gratis”

12/04/2012 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Warga dari tiga Desa di Kec. Cipaku bakal mendapat sertifikasi gratis melalui Program Nasional Agraria (Prona). Pasalnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Ciamis menggelar pertemuan bersama warga dari Desa Ciakar, Gereba, dan Cieurih, Kamis (5/4) bertempat di GOR Jaya Santana Desa Ciakar.

Menurut Petugas dari BPN Ciamis, Mastur SH, program sertifikasi tanah gratis atau Prona diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah. Soalnya, program tersebut sudah dibiayai negara yang bersumber dari APBN.

Mastur menegaskan, para pemohon/ peserta Prona bisa menunjukkan alat bukti fisik, atau data yuridis kepemilikan tanah, sehingga ketika dilakukan pengukuran oleh petugas, tidak terjadi sengketa dengan pemilik tanah lainnya.

“Selain itu, harus ada juga bukti peralihan hak atas tanah, jika sudah pernah ada transaksi jual-beli. Pemohon harus dapat menunjukkan akta jual beli, kondisil / segel,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekmat Cipaku, Dirman Muhidin, mengatakan, pembuatan sertifikat tanah melalui Prona ini merupakan kesempatan bagi kalangan masyarakat ekonomi lemah. Soalnya, kata dia, di luar Prona, pengajuan sertifikasi tanah bisa memakan biaya.

Pada kesempatan yang sama, Dirman menghimbau agar masyarakat yang belum menyertifikatkan tanahnya, untuk segera mendaftar dan mengajukannya pada program Prona. “Sertifikat ini merupakan payung hukum yang sah bagi pemilik tanah,” katanya.

Sementara itu, Kades Ciakar, Eem Dahlia SIP., di ruang kerjanya, menyebutkan, total quota Prona untuk Kec. Cipaku sebanyak 200 bidang. Diantaranya, Desa Ciakar mendapat jatah 50, Desa Gereba 100 dan Desa Cieurih 50.

Eem menjelaskan, Prona atau sertifikasi tanah dari pemerintah memang gratis. Namun, pada pelaksanaannya, pemohon biasanya akan dibebani biaya pengganti akomodasi dan administrasi, seperti uang transfortasi, uang lelah, uang saksi, uang pajak, pencatatan berkas, dan lainnya.

Namun demikian, kata Eem, pihaknya yang mendapat fasilitas Prona, harus menyerahkan urusan tersebut kepada masyarakat. Dengan kata lain, Prona itu harus dilakukan oleh dan untuk masyarakat.

Warga yang enggan dikorankan namanya, mengatakan, untuk mengikuti Prona Sertifikasi tanah, pemohon cukup menyerahkan foto copy KTP, KK, dan slip PBB. Dan proram itu, diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Prona memiliki 4 tujuan layanan, pertama konversi langsung (sertifikat tanah baru langsung oleh pemilik). Kedua, hibah (pembagian tanah jika orang tuanya sudah meninggal). Kemudian warisan (pembagian tanah jika orangtuanya sudah meninggal), dan transaksi jual-beli tanah.

“Kalaupun Prona dipungut biaya, saya kira wajar-wajar saja, asal jangan berbandrol,” pungkasnya. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply