Warga Pasar Tempati Bangunan Baru

12/04/2012 0 Comments

Walikota Banjar DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., tengah menandatangani prasasti peresmian Pasar Kota Banjar. Foto : Eva Latifah/HR.

Warga pasar kini sudah menempati kios maupun lapak di dalam Pasar Banjar yang baru selesai dibangun dan diresmikan Walikota Banjar DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., Senin malam, (9/4). Harapan mereka pun sama seperti apa yang diharapkan oleh pemerintah, yakni bisa meningkatkan pendapatan para pedagang.

Untuk itu, warga pasar mengaku siap mengikuti apa yang dianjurkan oleh pemerintah, diantaranya menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan dan kenyamanan pasar.

Seperti dikatakan Dedi Tating, koordinator PKL pasar Barat/besar, saat ditemui HR, Senin (9/4). Dia mengaku sangat berterima kasih kepada Pemkot Banjar yang telah mengakomodir semua PKL.

Meskipun pemerintah tidak memberikan fasilitas berupa bangku untuk berjualan bagi para PKL, namun mereka siap mentaati semua aturan yang diterapkan oleh pemerintah.

“Perlu diketahui pula, bahwa berdasarkan intsruksi dari pemerintah kota, sekarang tidak ada lagi istilah PKL atau pedagang pasar bambu, tapi semuanya sama pedagang Pasar Banjar. Dan berdasarkan kesepakatan kami siap mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah. Bahkan, apabila nanti ada lagi pedagang yang berjualan di luar pasar, yu kita sama-sama menertibkan supaya tidak ada lagi istilah PKL yang jualan di luar,” tutur Dedi.

Dia juga mengatakan, bagi PKL yang semula menempati lapak di dalam pasar besar, kini secara swadaya mereka menyeragamkan bangku sebagai tempat berjualannya, yaitu ukuran bangku 1 meter, lebar 70 cm dan tinggi 80 cm.

Menurut Dedi, hal itu sebagai bukti bahwa pihaknya benar-benar ingin menjadikan Pasar Banjar sebagai tempat berbelanja yang nyaman bagi para pengunjungnya.

Pendapat serupa juga dikatakan Sanusi, pedagang yang memiliki kios. Dia mengaku bersyukur karena kini sudah bisa menempati bangunan pasar yang refresentatif. Meski ukuran kios menyusut sekitar 30 cm, namun para pedagang berharap setelah menempati bangunan baru usaha mereka bisa berjalan lancar.

“Ini merupakan kepedulian dari Pemkot Banjar terhadap warga pasar, buktinya sekarang bangunan pasar jadi bagus,” ujarnya.

Sanusi mengaku, dirinya tidak banyak berharap yang penting keamanan pasar terjamin, baik dari bencana kebakaran atau pencurian/pembobolan kios pedagang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sedangkan Nia, dan Euis, pedagang lainnya, mengatakan, penataan di dalam pasar harus lebih teratur. Jangan sampai bangunan pasar yang terlihat bagus tapi keadaan di dalamnya tetap semrawut.

“Kami mengharapkan adanya penataan yang baik agar pedagang merasa nyaman dalam melayani pembeli, begitu pula sebaliknya. Masa pasar sudah bagus seperti ini, tapi penataannya tidak sesuai,” ujar Nia yang diamini Euis.

Kemudian, mengenai masalah retribusi dan abodemen yang dibebankan pemerintah kepada para pedagang, mereka mengaku untuk saat ini belum ada ketentuan berapa besaran yang harus dibayarnya.

Namun demikian, para pedagang menyesalkan dengan diberlakukannya sistim hak guna pakai terhadap kios yang mereka tempati. Pasalnya, apabila ada kios tidak aktif selama 3 bulan, maka akan diberikan kepada yang aktif dan mampu membayar abodemen setiap bulannya. ***

Teks : Eva Latifah/Hendra Irawan

Poto : Eva Latifah

 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply