Jalan Penghubung Kebon Kalapa-Jelat-Lemburbalong Rusak Parah

24/05/2012 0 Comments

Jalan penghubung antara Kebon Kalapa-Jelat-Lemburbalong, kini kondisinya rusak parah. Tampak seorang pengedara sepeda motor melintas diantara genangan air yang memenuhi lobang. Foto : Hendra Irawan/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com).- Jalan penghubung antara Kebon Kalapa-Jelat-Lemburbalong, Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar, kini kondisinya rusak parah. Hampir seluruh bagian badan jalan bergelombang dan dipenuhi lubang, sehingga saat musim hujan terlihat seperti kolam di tengah jalan.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga sekitar dan sejumlah pengguna jalan. Karena, akibat jalan yang licin tidak jarang pengguna sepeda motor terjatuh. Selain itu, bila musim kemarau jalan dipenuhi debu lantaran sebagian aspalnya telah terkelupas.

Tugiman (30), warga Lemburbalong, mengaku, setiap pergi ke Pasar Banjar dirinya sering melewati jalan tersebut sebab jaraknya lebih dekat. Menurut dia, jalan penghubung tiga wilayah ini setiap harinya memang ramai dilalui kendaraan, khususnya sepeda motor.

“Kalau hujan perjalanan menjadi terhambat sebab kita harus lebih hati, banyak lobang dipenuhi air. Saya juga pernah hampir jatuh akibat roda depan sepeda motor saya terpeleset ke bagian lobang yang digenangi air bercapur tanah,” kata Tugiman, Minggu (21/5).

Hal senada dikatakan Otong (38), seorang penarik ojeg yang biasa melintas ke daerah itu. Dia mengaku, saat masih gelap, yaitu sekitar subuh ketika mengantarkan penumpang ke pasar, terkadang Otong malas kalau harus melewati jalan tersebut.

“Saya dulu pernah terjatuh karena jalannya licin, ditambah dengan barang bawaan penumpang banyak. Kebetulan waktu malam harinya hujan turun cukup deras. Untung saja tidak sampai parah, penumpang saya juga selamat. Makanya kalau bukan karena ngirit bensin mah males lewat sini teh,” ujar Otong.

Sementara Lilis (54), warga Kebon Kalapa, berharap agar pemerintah secepatnya melakukan perbaikan jalan, supaya warga sekitar tidak lagi teranggu oleh bau tak sedap dari genangan air saat hujan turun.

“Enya jalan teh ramena mah rame, mung pami hujan sok kalotor, becek jabi bau, tapi pami halodo aduh ngebulna, matak jigana raos mun diaspal deui teh, bakal ngageleser mobil atanapi motor teh,” kata Lilis. (HND)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!