Jika ARB Jadi Presiden, Harus Peduli Kepada Pengusaha Kecil

31/05/2012 0 Comments

(Pengrajin Bata Merah & KWT Kota Banjar Berharap)

Para pengrajin bata merah dan Kelompok Wanita Tani (KWT) saat menghadiri kegiatan Safari Ir. H. Aburizal Bakrie (ARB), di kawasan Doboku, Kota Banjar, Selasa (29/5). Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sentra pengrajin bata merah di Kota Banjar berada di Blok Kokoplak dan Panatasan, Kelurahan/Kecamatan Pataruman. Pada saat pembangunan Pasar Banjar, produksi bata dari daerah tersebut merupakan penyuplai kebutuhan bata merah paling banyak.

Para pengrajin bata merah terbagi dua bagian, yaitu bagian menyiapkan bahan adonan, dan bagian ngalio (nyetak). Satu orang pengrajin rata-rata perharinya dapat menghasilkan 500 biji bata merah.

Harga normal satu biji bata merah jika diantar sampai ke tempat tujuan berkisar antara Rp450-Rp460, tergantung jauh dekatnya jarak angkut. Sedangkan, kalau diambil di tempat/pabrik, harganya lebih murah, perbiji Rp360.

Jajang, salah seorang pengrajin, saat ditemui HR di sela-sela acara Safari Ketua Umum Partai Golkar, Ir. H. Aburizal Bakrie, bertempat di Doboku, Selasa (29/5), mengatakan, harga bata merah sekarang ini memang tengah mengalami penurunan, sehingga pendapatan pengrajin pun otomatis menurun.

Baik Jajang maupun para pengrajin lainnya berharap, jika Aburizal Bakrie terpilih menjadi Presiden nanti, pemerintah bisa lebih memperhatikan para pengrajin dan pengusaha kecil, salah satunya pengrajin/pengusaha bata merah yang ada di Kota Banjar.

“Pak Ical (sapaan Aburizal Bakrie-Red) itu kan seorang pengusaha sukses, dengan begitu setidaknya dia bisa memahami kesulitan yang dialami pengrajin maupun pengusaha kecil seperti kami. Sehingga nasib kami mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” harap Jajang.

Pendapat serupa juga diungkapkan Dedeh, salah seorang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ikut hadir dalam cara tersebut. Dia menyayangkan, dalam kegiatan Safari Aburizal tidak ada waktu untuk tanya jawab.

“Rencananya kan mau ada sesi tanya jawab, tapi ternyata tidak jadi. Padahal kami sudah menyiapkan pertanyaan untuk Pak Ical. Tadinya yang mau kami tanyakan yaitu, jika Pak Ical terpilih jadi Presiden, apakah dia akan memperhatikan atau membantu kami untuk pengadaan bibit tanaman,” ungkap Dedeh. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply