Monumen Bersejarah di Sadewata Kurang Terawat

17/05/2012 0 Comments

Warga menduga, lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat bermain judi

Monumen pejuang kemerdekaan yang berada di desa Sadewata Kecamatan Lumbung tak ada yang merawat, disekeliling monumen ditumbuhi rerumputan dan sampah berserakan. Foto : Eji Darsono/HR.

Lumbung, (harapanrakyat.com),- Monumen Patung Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Dusun Desa, Desa Sadewata, Kec. Lumbung kurang terawat. Akibatnya, saat ini kondisi di sekeliling monument bersejarah itu nampak semrawut. Padahal di dalam monument tersebut terdapat simbol-simbol perjuangan kemerdekaan yang seharusnya tetap dijaga dan dilestarikan.

Ending (56), warga setempat, Jum`at (11/5), mengatakan, monumen patung pejuang Abung Kusman, merupakan bukti perjuangan masa-masa kemerdekaan bangsa Indonesia di masa penjajahan Belanda.

Menurut Ending, beberapa tahun silam, monument tersebut masih dijaga, baik dari kebersihan atau dari bangunan. Sayangnya, akhir-akhir ini, penjagaan terhadap monument sudah tidak lagi dilakukan, sehingga kondisi monumen menjadi kurang terawat.

Kepada HR, Ending menjelaskan, di dalam ruangan monumen tersimpan rantai tank baja, pelg dan sang Saka Merah Putih. Keberadaan barang-barang tersebut, kata dia, bisa menjadi bukti kecintaan rakyat Indonesia terhadap NKRI

Di tempat terpisah, Rasim, warga Ciledug, mengutarakan, sisa rantai tank baja dan bekas pelg-nya, konon merupakan peninggalan tank baja milik Belanda yang terperosok ke dalam jurang, sebelum menyerang TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Rasim menjelaskan, Abung Kusman seorang pejuang kemerdekaan di masa imperialis Belanda. Pejuang tersebut, bersama rekannya, rakyat dan para pelajar melakukan perang gerilya, melawan penjajah.

Dia juga menyayangkan, kini monument teresebut ditumbuhi rerumputan liar yang tumbuh dengan subur, kemudian juga terdapat banyak sampah dan sisa-sisa rokok yang berserakan.

Warga yang enggan dikorankan, menduga, di lokasi monumen pejuang kemerdekaan   di wilayah Desa Sadewata, selaian kurang terawatt, juga sering menjadi ajang tempat bermain judi. Alasannya, dia mendapati sejumlah samapah, dan diantaranya juga terdapat kartu domino (gapleh).

“Kalau bisa, monumen bersejarah ini dirawat kembali. Karena ini juga merupakan asset bersejarah yang dimiliki Kab. Ciamis,” pungkasnya. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply