Pembangunan MA Babussalam Dicuekin Warga

24/05/2012 0 Comments

(Gara-gara Kurang Pendekatan)

Pembangunan 3 RKB milik MA Babussalam hanya dikerjakan oleh tenaga khusus. Dan hal itu menimbulkan kesan kurang dukungan dari masyarakat. Foto : Edji Darsono/HR.

Cipaku, (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan pembangunan 3 lokal Ruang Kelas Baru (RKB) di Madrasah Aliyah (MA) Babussalam, di Kampung Cicurug Desa Mekarsari Kec. Cipaku, mengundang kecemburuan di tengah masyarakat.

Menurut warga, pembangunan RKB MA Babussalam kurang mendapat dukungan dari warga sekitar. Tidak hanya itu, orang tua murid juga tidak dilibatkan dalam urusan rencana pembangunan dan pengembangan madrasah.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mekarsari, Ade Ridwan, Senin (21/5), mengatakan, menyinggung soal pembangunan RKB MA Babussalam, warga Mekarsari jadi apatis (tidak peduli).

Menurut Ade, alasan warga dan orang tua bersikap seperti itu, lanatara banyak diantara warga dan orang tua tidak ikut diberdayakan oleh pihak madrasah dalam pembangunan tersebut.

Terlebih, warga mengira, sumber dana pembangunan yang diperoleh pihak madrasah berasal dari organisasi partai politik. Ade mengaku, dirinya tidak mempersoalkan asal/ sumber dana tersebut. Tapi, dia menegaskan, asal pembangunan terwujud dan hasilnya memuaskan.

Warga yang enggan dikorankan namanya, mengatakan, munculnya sikap apatis/ tidak peduli di masyarakat, disebabkan oleh sikap pihak Yayasan yang kurang melakukan pendekatan dengan masyarakat.

“Baik itu pendekatan melalui pertemuan formal atau informal. Padahal jika pihak Yayasan menggelar pertemuan seperti itu, masyarakat bisa memahami kondisi yang dialami oleh pihak madarasah atau Yayasan,” ungkapnya.

Dia juga menandaskan, masyarakat bisa memahami bahkan membantu pengembangan dan pembangunan madrasah, seandainya pihak Yayasan sebagai pengelola melakukan komunikasi dan pendekatan kepada mereka.

“Selama ini, masyarakat seolah tidak mau peduli kepada pembangunan madarasah. Toh, pihak pengelola juga tidak menunjukkan sikap kooperatif (kerjasama) dengan masyarakat,”  imbuhnya.

Telebih, kata dia, pembangunan tersebut tidak menyertakan papan informasi, yang di dalamnya memuat soal besaran anggaran pembangunan, waktu penyelesaian, dan informasi lainnya.

Sementara itu, Dana Mulyana, Tenaga Pengajar di MA Babussalam, Senin (21/5), mengungkapkan, sumber anggaran pembangunan madrasah berasal dari Bank Jabar Banten (bjb). Namun, terkait nominal, dia mengaku tidak mengetahuinya secara pasti.

Kepala MA Babussalam, Drs. Anwar, ketika dihubungi via telepon genggamnya, menganggap wajar  terkait pro-kontra di tengah masyarkaat soal pelaksanaan pembangunan RKB Babussalam.

Anwar beralasan, soal pemasangan papan informasi, dia mengaku pihak madrasah masih banyak kesibukan, sehingga belum menyempatkan untuk membuat papan informasi pembangunan RKB madrasah.

Kepada HR, Anwar juga menanggapi soal keterlibatan masyarakat dan orang tua siswa dalam agenda pembangunan RKB. Dia juga mengakui, peran serta masyarakat dan wali murid memang kurang maksimal.

Namun, Anwar menegaskan, bahwa pihaknya akan berusaha mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Termasuk masalah pembangunan RKB madrasah yang sudah dinantikan oleh masyarakat. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!