Sumiati Bertahan, 19 Tahun Jualan Ikan Asin Keliling

17/05/2012 0 Comments

Dian Sholeh Wardiana Putra

Sumiati (36), pedagang keliling ikan asin sudah dilakoninya selama kurang lebih 19 tahun. Foto : Dian Sholeh Wardiana Putra/HR.

Objek wisata Pangandaran memang tidak dipungkiri membawa berkah bagi banyak orang. Pengusaha dari skala tinggi hingga golongan pedagang asongan bisa hidup di objek wisata tersebut.

Sebut saja, Sumiati (36), pedagang keliling ikan asin. Saat ditemui HR, Sumiati menceritakan, usaha sebagai pedagang ikan asin keliling sudah dilakoninya selama kurang lebih 19 tahun.

Sumiati mengaku menjual ikan asin berkeliling ke setiap hotel untuk menawarkan ikan asin yang dibawanya kepada para pengunjung. Hampir setiap hari, dia berjualan ikan asin dengan menggunakan sepeda.

Dia mulai pukul 5.30 pagi, sudah mempersiapkan ikan asin yang akan dijual. Pengunjung yang menjadi target Sumiati adalah para pengunjung yang mengindap di hotel-hotel.

Sembari berkeliling hotel, dengan sepeda kesayangannya, Sumiti menarkan berbagai macam jenis ikan asin, seperti ikan lendra yang dijual dengan harga Rp. 25 ribu perkilogramnya.

Kemudian, ada juga jenis ikan lentring dibandrol harga Rp 20 ribu perkilo, ikan layur Rp. 20 ribu perkilo, ikan koer Rp. 20 ribu perkilo, ikan bulu ayam super Rp. 80 ribu perkilo, dan  dan ikan teri antara Rp. 30 – 80 ribu per kilogramnya.

Menurut cerita Sumiati, di saat sedang sepi pengunjung, dia hanya mampu menjual antara 3 sampai 5 kilogram ikan. Sedangkan saat ramai pengunjung, dia bisa menjual dagangannya sampai 15 kilogram.

“Hampir 19 tahun, saya berjualan. Ini semua untuk membantu meringankan beban suami saya, dan buat biaya anak-anak sekolah,’ ungkapnya.

Berharap Sepeda Baru

Sayangnya, sepeda yang biasa digunakan Sumiati saat ini, kondisinya sudah sedikit rusak. Kerusakan itu terjadi, lantaran usia sepeda miliknya, seolah lebih tua dibanding usia Sumiati.

Pada kesempatan itu, Sumiati mengaku sangat mengharapkan bantuan sepeda, untuk memperlancar usahanya, jualan ikan asin keliling. Karena dengan sepeda baru, dia tidak lagi akan terkendala ketika mengendarai sepeda dan berkeliling hotel.

Sumiati melanjutkan ceritanya, saat sedang berjualan keliling hotel, paling tidak dia dituntut berani menawarkan kepada pengujung atau bahkan pejabat yang sedang menginap.

Di samping itu, dia juga kadang merasa harus tahu diri, saat berjualan, sementara di hotel sedang berlangsung acara penting. Karenanya, dia kerap mendapat teguran dari pengelola hotel.

“Itu sedikit kejadian yang saya alami selama berjualan ikan asin keliling,” pungkasnya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!