Tahun 2014, Gunung Susuru jadi Objek Wisata Andalan

10/05/2012 0 Comments

(Pemdes Kertabumi)

Situs gunung Susuru masih dikunjungi oleh wisatawan domestik. Menurut Keterangan dari pihak Desa Kertabumi, dalam setiap bulannya hampir 30 wisatawan domestik berkunjung ke situs ini. Situs ini berada di puncak Dusun Bundar, Desa Kertabumi yang di apit dua sungai besar yakni, Cimuntur dan Cileuer. Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Desa (Pemdes) Kertabumi Kec. Cijeungjing berencana menjadikan Situs Gunung Susuru sebagai objek wisata andalan. Rencana itu berkaitan dengan upaya pihak desa untuk menambah pundi-pundi PADes (Pendapatan Asli Desa).

Sekdes Kertabumi, Herman Saputra, Selasa (8/5), mengatakan, minat wisatawan mengunjungi kawasan situs Gunung Susuru tergolong cukup tinggi. Buktinya, kata dia, dalam satu bulan, sedikitnya 30 wisatawan domestik mampir ke tempat tersebut.

“Rencana itu sudah tertuang juga dalam RPJMDes Desa Kertabumi tahun 2014. Di dalamnya, pihak desa menginginkan agar Situs Gunung Susuru menjadi objek wisata andalan Desa Kertabumi,” katanya.

Herman menjelaskan, setiap Bulan Suci Ramadhan, Situs Gunung Susuru kerap dijadikan tempat upacara adat “Melau”. Upacara itu merupakan proses penyucian diri, sebelum memasuki bulan puasa/ ramadhan.

Namun begitu, lanjut Herman, Situs Gunung Susuru masih memerlukan penataan. Salah satunya penataan akses atau infrastruktur jalan. Pasalnya, saat ini akses menuju situs tersebut masih berupa batuan dan kerikil.

“Jalan batu ke arah situs perlu dibenahi. Apalagi menjelang bulan suci ramadhan, pasti banyak pengunjung yang akan datang kesini (situs-red),” ungkapnya.

Selain objek wisata sejarah, kata Herman, di kawasan Kaki Gunung Susuru juga terdapat sungai Cimuntur, yang bisa dijadikan objek wisata alam. Bahkan, belum lama ini, sekitar 200 mahasiswa Universitas Galuh (Unigal), menggelar olah raga Arung Jeram di sungai Cimuntur.

“Artinya, kita bisa menciptakan paket wisata sejarah dengan alam, serta olahraga di kawasan ini,” katanya

Herman menambahkan, Situs Gunung Susuru berada di Dusun Bundar, Desa Kertabumi, Kec. Cijeungjing. Kawasan ini mempunyai luas sekitar 320 m2. Lokasi situs berada pada kawasan yang diapit oleh Sungai Cileueur dan Sungai Cimuntur.

Kedua sungai tersebut bertemu di sebelah timur laut Gunung Susuru. Gunung ini merupakan suatu tonjolan bukit yang terbentuk oleh batuan breksi vulkanik. Di situs itu, terdapat tiga batu datar terbuat dari batuan beku andesitik.

Batu datar I, berada di bagian timur laut Gunung Susuru, batu datar II berada di sebelah barat daya batu datar I, berjarak sekitar 350 m. Sedangkan batu datar III, berada di sebelah barat daya batu datar II, atau berjarak sekitar 100 m. Di dekat batu datar I terdapat batu bersusun terbentuk dari tiga bongkah batuan beku andesit.

Di Gunung Susuru juga terdapat tiga punden berundak. Punden I berada di atas bukit kecil, pada ujung timur laut Gunung Susuru. Punden II, berada diantara punden I dan punden III. Sementara Punden III, berada pada bagian barat daya Gunung Susuru.

Menurut pengamatan HR di lapangan, belum ada papan penunjuk arah menuju Gunung Susuru. Padahal, akses menuju kawasan situs banyak jalan bercabang. Tidak menutup kemungkinan, hal itu bisa membingungkan pengunjung baru, yang ingin menghampiri objek wisata bersejarah tersebut. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!