Tangani Ibu Hamil, 893 “Indung Beurang” Dibina

Tangani Ibu Hamil, 893 “Indung Beurang” Dibina

(Dinas Kesehatan Kab. Ciamis)

Kabid Bina Kesehatan Dinkes Ciamis, Rahmat Jumawan, SKM, didampingi Bagian Kesehatan Ibu dan Anak, Elis Am.Keb., saat melakukan perbincangan dengan HR, Senin (7/5), di kantor Dinkes Ciamis. Foto : Dian Sholeh Wardiana/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Ciamis menggelar pembinaan terhadap Paraji atau Indung Beurang (bhs. sunda) yang ada di Kab. Ciamis. Menurut data Dinkes, saat ini jumlah Paraji/ Indung beurang mencapai sekitar 893 orang.

Kabid Bina Kesehatan Dinkes Ciamis, Rahmat Jumawan, SKM, mengatakan, 893 paraji tersebut sudah mengikuti pembinaan yang dilakukan Dinkes Ciamis, bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) di wilayah masing-masing.

Menurut Rahmat, pembinaan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman bagaimana menangani ibu (pasien) saat akan melahirkan. Serta, memberikan wawasan soal tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat menjelaskan soal pembagian peran antara bidan dan paraji/ indung beurang. Tugas bidan, lebih dititikberatkan pada teknis menangani pasien/ saat persalinan. Sementara paraji/ indung beurang mengurus bayi, seperti memandikannya, dan melakukan massage (pijit) pra-persalinan terhadap sang ibu.

Lebih lanjut, Rahmat menuturkan, untuk memberikan penghargaan kepada Paraji/ Indung Beurang, pada tahun 2009 Pemerintah melalui APBD I, memberikan beasiswa bagi paraji/ indung beurang yang memiliki anak usia SMA. Beasiswa itu untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

“Jumlah yang diusulkan pada tahun itu sebanyak 27 orang. Sedangkan yang diterima hanya 18 orang. Diantaranya satu orang melanjutkan di Akbid Universitas Padjajaran (Unpad), dan 17 orang lagi di Stikes Bina Putera (BP) Banjar,” ungkapnya.

Angka Kematian Ibu dan Bayi 2011 Menurun

Sementara itu, Bagian Kesehatan Ibu dan Anak, Elis Am.Keb., Senin (7/5), mengatakan,

Pada tahun 2011, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB) mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan tahun 2010.

Menurut data di Dinkes, Pada tahun 2010 AKI mencapai jumlah sekitar 27 orang dan AKB berjumlah 302 orang. Sedangkan pada tahun 2011, AKI hanya mencapai jumlah sekitar 26 orang, dan AKB sebanyak 298 orang.

“Angka Kematian Ibu mayoritas terjadi karena pendarahan, infeksi, dan penyebab lain seperti jantung, asma dan TBC. Sementara pada bayi, kebanyakan terjadi karena masalah dari bayi berat lahir rendah (Bblr), afiksia, dan sesak nafas atau gagal nafas,” pungkasnya. (DSW)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles