Tingkatkan LPE, Kota Banjar Miliki 150 Kube

31/05/2012 0 Comments

Hanya 40% yang Masih Berjalan

Kelompok Usaha Bersama (Kube) berupa usaha warungan yang dikelola kaum Lansia di Kel. Mekarsari, Kec/Kota Banjar. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Dibentuknya Kelompok Usaha Bersama (Kube) di setiap desa/kelurahan, merupakan salah satu upaya Bidang Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjar, untuk meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE).

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Sosial Dinsosnaker Kota Banjar, Kokom Komala, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Jum’at (25/5). Menurutnya, pemberdayaan masyarakat miskin melalui pembentukan Kube sudah menjadi cirri khas Bidang Sosial, baik di tingkat pusat maupun provinsi.

“Program yang menjadi garapan Bidang Sosial meliputi pembinaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi atau WRSE, pemberdayaan keluarga fakir miskin, lansia terlantar, asuransi social lanjut usia, dan pembinaan terhadap anak terlantar,” ujarnya.

Semua program tersebut tiada lain untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Karena, apabila daya beli masyarakat meningkat, otomatis LPE juga meningkat.

Lebih lanjut Kokom mengatakan, sejak tahun 2004 hingga sekarang, Kube yang telah terbentuk di Kota Banjar jumlahnya mencapai kurang lebih 150 Kube. Namun, dari jumlah sebanyak itu hanya 40% saja yang berjalan, sedangkan 60% lagi harus didampingi supaya bisa terus berjalan.

Jumlah paling banyak berada di wilayah Kec. Langensari, tapi di wilayah tersebut rata-rata semuanya sudah berkembang dengan baik. Jenisnya pun bermacam-macam, diantaranya kelompok peternak kambing, makanan olahan, dan warungan.

“Setiap tahun ada pembentukan Kube. Kalau dananya dari APBD Kota, jumlah kelompok disesuaikan dengan anggaran yang ada, tapi kalau programnya dari pusat atau provinsi kuotanya sudah ditentukan dari sana,” kata Kokom.

Bantuan yang diberikan berdasarkan usulan dari masyarakat/kelompok. Bentuknya pun tidak berupa uang tetapi barang, hal itu supaya bantuan bisa tepat sasaran. Setiap kelompok terlebih dahulu diberi bimbingan teknis yang melibatkan instansi terkait lainnya, sesuai jenis usaha yang akan dikelolanya.

Kokom menambahkan, untuk tahun 2012 ini, yakni bulan Mei, pihaknya sedang mengadakan bimbingan social dan bimbingan teknis bagi WRSE bertempat di Desa Rejasari. Jumlahnya sebanyak 20 orang, 15 orang diantaranya warga Rejasari, dan 5 orang warga Desa Waringinsari, Kec. Langensari. Mereka diberikan pelatihan prosesing makanan olahan. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!