Bupati Ziarah Makam Prabu Wastukencana

13/06/2012 0 Comments

(Sambut Peringatan Hari Jadi Ciamis)

Bupati Ciamis H. Engkon Komara, saat menaburkan bunga di pemakaman Prabu Kencana (Prabu Wastukencana), ketika berziarah. Hal itu dilakukan dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Ciamis ke-370. Foto : Edji Darsono/HR.

Kawali, (harapanrakyat.com),- Menyanbut hari jadi Ciamis ke 370, Bupati Ciamis H. Engkon Komara lakukan ziarah makam/ kubur Prabu Kencana (Prabu Wastukencana), di kawasan Situs Astana Gede Kecamatan Kawali, Kamis (7/6). Ziarah itu dilakukan dalam rangka penghormatan dan penghargaan para leluhur Tatar Galuh.

Dalam kesempatan itu, Bupati Engkon mengatakan, ziarah ke makam Prabu Kencana merupakan agenda rutin tahunan, setiap menjelang hari jadi Kab. Ciamis. Sementara Situs Astana Gede merupakan cagar budaya, pusat kerajaan Tatar Galuh yang terdapat di Kab. Ciamis.

Engkon mengungkapkan, kegiatan ziarah tersebut itu, semua kalangan yang ada di Kab. Ciamis diharapkan dapat mengambil tauladan dari jejak leluhur perjuangan, Prabu Wastukencana.

Dia juga berharap, semua potensi kesenian yang terdapat di wilayah Kawali bisa terakomodir dalam rangkaian kegiatan HUT Ciamis tahun mendatang. Dia mengaku, banyak potensi kesenian Kawali yang bisa dibina dan dikembangkan sebagai ikon Ciamis.

Sementara itu, Jana Dipradja, Juru kunci Situs Astana Gede Kawali, mengatakan, Prabu Kencana merupakan pemimpin kerajaan Galuh. Kerajaan Galuh adalah suatu kerajaan Sunda di pulau Jawa, yang pusat pemerintahannya berada di Situs Astana Gede Kawali.

Jana menyebutkan, raja-raja yang pernah bertahta di Tatar Galuh, diantaranya Prabu Ajiguna Linggawisesa, yang dikenal dengan sebutan Sanglumahing Kiding, Prabu Ragamulya atau Aki Kolot, Prabu Linggabuana yang gugur pada peristiwa Bubat, Rahyang Niskala Wastukencana yang meninggalkan beberapa prasasti di Astana Gede (situs Kawali) dan Dewa Niskala anak dari Rahyang Wastukencana.

Camat Kawali, H. Gunawan, M.Si., mengatakan, dalam rangka menyambut hari jadi Kab. Ciamis, warganya mengenakan pakaian ciri khas sunda kampret hideung (basa sunda), sebagai wujud kearifan lokal. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply