Gedung Lapuk, Ruang Podium Dibongkar

07/06/2012 0 Comments

(MI PUI Panyingkiran Cipak)

Panggung hiburan dan ruang kelas MI PUI Panyingkiran terpaksa dibongkar warga karena khawatir menimpa anak-anaknya. Warga setempat berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis secepatnya memberikan bantuan. Foto : Edji Darsono/HR.

Cipaku, (harapanrakyat.com),- Dua ruang kelas milik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Persatuan Umat Islam (PUI) Dusun Panyingkiran Desa Muktisari kondisinya mengkhawatirkan. Bagian ruangan dan atap Madrasah sudah hampir ambruk lantaran faktor usia. Bahkan, sebuah ruang stage (panggung/ podium) milik madrasah terpaksa dibongkar warga, karena khawatir roboh dan menimpa siswa.

Kirman, warga RT. 02 RW. 04 Dusun Panyingkiran, beberapa waktu lalu, mengatakan, dua ruangan yang rusak itu yakni ruang kelas I dan II. Selama ini, dua ruangan kelas yang dibangun sekitar tahun 1957 itu tidak pernah tersentuh perbaikan.

Aas (50), warga RT. 01 RW. 04 Dusun Panyingkiran, membenarkan, pembongkaran podium/ panggung didasari permintaan masyarakat. Menurut dia, panggung tersebut biasanya digunkaan untuk kegiatan madrasah, seperti kenaikan kelas.

“Sekarang, kegiatan terpaksa harus dilakukan di tempat lain, karena sudah dibongkar,” ungkapnya.

Ketua Komite MI PUI Panyingkiran, H. Jaja, S.Pd., juga membenarkan kondisi ruang kelas I dan II membuat khawatir para guru, karena jika dibiarkan bisa ambruk dan menimbulkan korban.

Jaja menegaskan, pihaknya sudah berulangkali mengajukan permohonan bantuan RKB (Ruang Kelas Baru) untuk madrasah. Namun, sayangnya hingga saat ini pengajuan tersebut belum mendapat respon.

Teti, S.Pd., guru MI PUI, menyebutkan, jumlah siswa MI PUI pada tahun ajaran ini mencapai 139 orang. Menurut dia, seandainya saja ada tempat alternatif untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar, ruang siswa kelas I dan II pasti akan dipindahkan.

Hanya saja, kata Teti, tempat alternatif yang bisa menampung siswa kelas I dna II belum tersedia. Akibatnya, siswa dan guru terpaksa masih menggunakan ruang kelas rusak tersebut. Selama itu, juga mereka dihantui rasa was-was.

Selain itu, Teti mengungkapkan, jumlah tenaga pengajar di MI PUI sangat minim, yakni berjumlah 2 orang. Bahkan , selama hampir tujuh tahun MI PUI tidak memiliki Kepala Madrasah.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan bantuan RKB, berikut tenaga pengajar. Dengan bantuan itu, Teti berharap mutu dan kualitas pendidikan di MI PUI bisa lebih meningkat. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply