Pengrajin Tahu & Tempe se-Kota Banjar Ikuti Pelatihan

21/06/2012 0 Comments

Konsumen mulai lirik produksi lokal, permintaan pasar meningkat

Banjar, (harapanrakyat.com),- Upaya untuk meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran, Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Diperindagkop) Kota Banjar, menggelar pelatihan bagi para pengrajin tahu dan tempe se-Kota Banjar.

Kegiatan yang berlangsung sejak Senin-Jum’at (18-22/6), diikuti sebanyak 30 pengrajin tahu dan tempe dengan menghadirkan instruktur/ahli pembuatan tahu tempe dari Dinas Perindag Provinsi Jawa Barat, bertempat di RM Primarasa.

Menurut Kabid. Perindustrian Diperindagkop Kota Banjar, Dra. Titi Winarti, M.Pd., bahwa selain meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran, pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan SDM para pengrajin itu sendiri.

“Dengan diberikannya pelatihan, mereka akan mengetahui bagaimana cara mengolah tahu tempe secara modern dan higienis, sehingga kedepannya tidak akan ada lagi kesan pabrik tahu dan tempe itu kotor. Hal ini supaya para pengrajin tahu tempe di Kota Banjar mampu berdaya saing di tingkat lokal maupun regional,” kata Titi, Selasa (19/6).

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini para pengrajin, khususnya pengrajin tahu di Kota Banjar lebih banyak memasarkan hasil produksinya ke luar daerah, diantaranya ke Pangandaran, Majenang, Wanareja, Cilacap dan Manonjaya.

Bahkan, selama ini pangsa pasar di wilayah Pangandaran telah dikuasai oleh pengrajin tahu dari Kota Banjar. Sedangkan pemasaran di wilayah Banjar hanya sedikit.

Sementara mengenai banyaknya tahu Ciamis masuk ke Banjar, kata Titi, itu karena jumlah pengrajin tahu di Kota Banjar sedikit dan mereka hanya sebagai pengrajin mikro yang volume produksinya juga sedikit.

“Jadi, jarangnya tahu produksi Banjar ditemui di pasar lokal bukan berarti tidak laku di pasaran. Dan kualitas tahu produksi Banjar justru lebih bagus daripada tahu Ciamis. Makanya, dengan pelatihan ini diharapkan para pengrajin bisa lebih banyak lagi memproduksi, sehingga nantinya mampu memenuhi kebutuhan pasar di Banjar,” kata Titi.

Konsumen Mulai Berpindah ke Tahu Produksi Lokal

Ditemui di sela-sela kegiatan pelatihan, Adi Arif, pengrajin tahu Lugina asal Desa Balokang, Kec. Banjar, mengakui, bahwa memang pemasaran produksinya lebih banyak ke luar daerah.

Baru-baru ini dia juga sudah mulai memasukan tahu produksinya ke pangsa pasar di wilayah Manonjaya, dengan jumlah yang cukup besar yakni 1.000 biji tahu dalam setiap dua hari sekali pengiriman.

Menurut Adi, untuk pangsa pasar di daerah sendiri selama ini lebih banyak didominasi tahu produksi Ciamis. Bahkan, konsumen cenderung lebih memilih tahu buatan luar karena harganya lebih murah.

“Tahu Ciamis memang harganya lebih murah, tapi kualitasnya kurang baik. Kalau tahu buatan Banjar kualitasnya lebih unggul, makanya harganya pun lebih mahal. Tetapi, konsumen juga saat ini sudah bisa memilih dan mulai berpindah ke tahu produksi lokal, itu terbukti permintaan dari pasar Banjar sekarang meningkat,” ujar Adi.

Pendapat serupa dikatakan Maman, pengrajin tahu asal Kel/Kec. Purwaharja. Menurut dia, melemahnya permintaan akan kebutuhan tahu dari pasar Banjar beberapa waktu lalu akibat terjadinya perpindahan lokasi pasar.

Sehingga, pada waktu para pedagang menempati pasar sementara, ada kemungkinan konsumen enggan mencari dimana tempat/lapak pedagang tahu langganannya.

“Dan sekarang, setelah para pedagang kembali pindah ke bangunan pasar yang baru, konsumen bisa dengan mudah menemukan lagi pedagang langgannya yang menjual tahu produksi Banjar,” tuturnya.

Mama juga mengaku, tahu produksinya banyak dipasarkan ke wilayah Cilacap. Namun, mengenai volume pemasaran antara ke luar dengan pemasaran di wilayah Banjar jumlahnya berimbang. Hal ini bukti bahwa konsumen di Banjar mulai banyak memilih tahu produksi lokal. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply