Tripatrit Pendidikan Belum Optimal

13/06/2012 0 Comments

Kurang koordinasi antar instansi jadi kendala utama

Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski di Kota Banjar telah dibentuk sistem integral yang disebut tripatrit pendidikan, namun hingga saat ini sistem tersebut belum dapat berjalan secara optimal. Padahal, pendidikan akan terlaksana dengan baik jika tripatrit pendidikan dapat bersinergi untuk mencapai tujuan bersama.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Banjar, Engkos, mengatakan, tiga pihak pendidikan itu adalah sekolah, masyarakat dan pemerintah.

“Tujuan dibentuknya tripartit pendidikan yaitu salah satunya untuk membantu menjembatani lulusan sekolah tingkat SLTA, khususnya SMK, yang akan terjun ke dunia kerja. Dalam hal ini, pihak sekolah menjalin kerjasama dengan dunia industri atau perusahaan-perusahaan BUMN,” katanya, Jum’at (8/6).

Sedangkan, fungsi dan peran tripartit pendidikan adalah menjembatani pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan pendidikan masyarakat luas. Tujuannya, agar aspirasi pendidikan yang tumbuh dari setiap keluarga dapat dikembangkan di dalam kegiatan pendidikan sekolah, untuk kemudian dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat luas.

Engkos mengatakan, ketenagakerjaan terkait erat dengan kualitas dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) memasuki pasar tenaga kerja. Persoalannya, pembangunan bidang pendidikan kini belum sepenuhnya dapat memenuhi kriteria standar yang dibutuhkan, padahal pangsa pasar menentukan standar minimal SLTA.

Untuk itu, pihaknya dalam hal ini berperan menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan kriteria standar yang dibutuhkan oleh industri/pangsa pasar, khususnya bagi sekolah kejuruan (SMK).

Dengan demikian, maka di Kota Banjar diperbanyak pendidikan kejuruan, baik formal maupun non formal, serta peningkatan rintisan wajib belajar pendidikan dasar dari semula hanya 9 tahun menjadi 12 tahun.

Konsistensi Kota Banjar membangun pendidikan, dibuktikan dengan pengalokasian anggaran pendidikan lebih dari 50 persen APBD. Pemerintah berharap, sebagai kota vokasi dengan banyaknya sekolah pendidikan kejuruan, ditambah lembaga-lembaga pendidikan keterampilan swasta, dapat mengatasi persoalan pengangguran di Kota Banjar, sekaligus berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, perlunya seluruh stakeholder terus memelihara penciptaan hubungan industrial yang kondusif. Ketenangan bekerja dijamin dan kelangsungan usaha tetap terjaga. Dan, terus terpeliharanya hubungan kekeluargaan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah.

“Memang masalah ketenagakerjaan itu adanya di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Tetapi, untuk masalah penyiapan SDM-nya ada di Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Makanya koordinasi antar instansi terkait sangat diperlukan. Kalau sekarang ini koordinasi tersebut belum optimal, mungkin karena kesibukan masing-masing, yang mana lebih mendahulukan urusan wajibnya. Kalau antara pihak sekolah dengan industri itu sudah terjalin,” pungkas Engkos. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply