Cegah Kepunahan, Sapi Rancah Perlu Disertifikasi

12/07/2012 0 Comments

Salah satu jenis sapi lokal Rancah yang ada di Dusun Bunihilir Kab. Ciamis. Untuk mencegah kepunahan jenis sapi lokal, perlu dilakukan sertifikasi pembibitan sapi. Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Guna mencegah kepunahan jenis sapi lokal Ciamis, yakni Sapi Rancah, Pemerintah Kab. Ciamis harus segera mengajukan sertifikasi pembibitan sapi tersebut. Jika tidak, Kab. Ciamis akan kehilangan ikon sapi lokal. Hal itu disampaikan Kades Situmandala, Taryan Hendarna, Senin (9/7), di kantornya.

Taryan mengungkapkan kekhawatirannya jika sapi lokal Ciamis (Sapi Rancah) punah. Dia menilai, warga Ciamis akan kesulitan untuk melakukan pembibitan dan pengembangbiakan sapi yang mempunyai kekhasan dari postur dan rasa dagingnya itu.

Fenomena yang terjadi saat ini, lanjut Taryan, sapi lokal Rancah banyak dikembangbiakan di daerah lain. Sementara populasi sapi tersebut, khususnya di Rancah, bahkan di Ciamis, masih terbilang minim.

“Pemerintah harus segera bertindak! Terutama untuk sertifikasi pembibitannya, karena sapi ini aset Kab. Ciamis,” tegas Taryan.

Menurut Taryan, populasi sapi lokal Rancah saat ini ada di Dusun Bunihilir, dengan jumlah antara 20 sampai 30 ekor.

Di tempat terpisah, Kabid Produksi Peternakan Dinas Peternakan Kab. Ciamis, Yanto Suprianto, Spt, MP, mengatakan, pihaknya saat ini justru sedang mengajukan upaya sertifikasi sapi lokal kepada Direktorat Pembibitan Ternak Deparaemen Pertanian RI.

“Kami, justru sedang mengajukan sertifikasi sapi lokal tersebut. Kami juga sudah mendengar aspirasi masyarakat/ peternak Kab. Ciamis,” ungkapnya.

Menurut Yanto, Pemprov Jabar sudah menetapkan sapi lokal dari Rancah Kab. Ciamis sebagai ikon sapi Jawa Barat. “Jadi, dukungan dari Pemprov Jabar sudah ada, tinggal tunggu saja prosesnya,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply