HKP jangan Dijadikan Ajang Pemborosan!

05/07/2012 0 Comments

(Kepala BP3K Sukamantri, Itang)

salah satu sudut pemandangan di HKP ke 40 di Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi Minggu lalu, Supaya HKP tidak terkesan pemborosan beberapa pihak mengajak Pemerintah dan Kelompok Tani untuk menghelat HKP yang berorientasikan pada peningkatan kesejahteraan petani. Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com), Sejumlah kalangan menilai Perayaan Hari Krida Pertanian (HKP) Kaupaten Ciamis ke- 40 yang digelar minggu lalu, di Dusun Ciawitali Desa Purwadadi Kec. Purwadadi merupakan ajang pemborosan.

Pasalnya, biaya perayaan “hajat tani” se-kab. Ciamis tersebut tidaklah sedikit. Acara HKP sendiri melibatkan 36 kontingen mewakili kecamatan se-kab. Ciamis. Pada acara itu, masing-masing kontingen membangun tenda, menyediakan materi pameran, menyewa rumah singgah, belum lagi dana operasional.

Kepala BP3K Kec. Sukamantri, Itang, saat ditemui HR, di sela-sela acara HKP, mengatakan, sirkulasi uang yang keluar/ berputar sepanjang acara HKP sangatlah banyak. Untuk itu, perlu adanya paradigma atau cara pandang baru dalam memperingati HKP kali ini, termasuk paradigma memberdayakan petani.

Paradigma itu, imbuh Itang, dengan menjadikan produk-produk lokal pertanian bisa laku terjual. Selanjutnya, HKP juga harus dijadikan ajang transaksi usaha petani, agar para petani bisa mendapat keuntungan, serta bisa menutupi biaya operasional.

“Harus ada komitmen dan arahan mulai dari Pemkab, Panitia dan peserta. Dengan harapan, kontingen bisa terus berkompetisi menjual dan mengembangkan produk. Imbasnya, yakni kesejahteraan bagi petani. Jadi bukan hanya seremonial belaka,“ katanya.

Senada dengan itu, Warino, Petani dari Kec. Padaherang, mengatakan, perputaran uang pada acara HKP bisa mencapai ratusan juta, bahkan milyaran. Dia memperkirakan, tenda kontingen atau perwakilan kecamatan menelan biaya antara Rp 10-15 juta. Kemudian, biaya personal Rp 100 ribu perhari, sementara satu kontingen bisa membawa 40 sampai 80 orang.

“Harus ada tindak lanjut setelah acara HKP usai. Jadi, acara temu usaha antara petani dan pihak swasta harus dioptimalkan. Pemerintah juga harus membantu memfokuskan kegiatan tersebut,” paparnya.

Ditemui terpisah, Ketua Panitia Peringatan HKP ke-40, H. Ruslan, mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengakomodir kepentingan usaha para petani, yakni dengan menggelar peringatan HKP.

“Pertama, kami mempunyai acara temu usaha antara petani dan Pengusaha. Kedua, ada 36 stand pameran yang berfungsi selain memamerkan juga sebagai sarana transaksi produk unggulan pertanian,” ungkapnya.

Ruslan menambahkan, HKP bukan hanya sebagai ajang mempromosikan usaha tani semata, tapi juga sebagai ajang untuk menambah wawasan serta menggali informasi terbaru yang diperlukan oleh para petani.

“jadi bukan hanya usaha promosi, tapi juga ada temu teknologi, lomba cepat tepat, dan lomba masakan olahan, diversifikasi pangan hingga kreasiseni dengan tema P2BN,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply