Lagi, Warga Pasar Muktisari Kemalingan

27/07/2012 0 Comments

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sistem keamanan Pasar Kelurahan Muktisari Kecamatan Langensari terus diguncang kekhawatiran. Pasalnya aksi pencurian sejumlah barang berharga milik pedagang terus terjadi. Akibat kejadian itu, warga di kedua pasar tersebut mengaku selalu dihantui rasa was-was.

Namun sayang, aksi pencurian dan kehilangan yang dialami sejumlah pedagang tersebut, belum mampu mengundang simpati, juga aksi nyata dari pihak aparat kemanan ataupun pemerintah Kota Banjar.

Ade (39), Pedagang Pakaian di Pasar Muktisari, Sabtu (21/7), mengungkapkan, hampir setiap hari pasaran, baik di Pasar Muktisari atau di Pasar Bojongkantong, sering terjadi kehilangan. Tidak tanggung-tanggung, jumlah kehilangan barang mencapai angka jutaan rupiah.

“Tadi saja, (Sabtu pagi-red), seorang pedagang pakaian jeans dari Tasik, kehilangan barang senilai hampir Rp. 3 juta. Padahal, barang yang dia simpan di los, baru ditinggal sebentar, untuk mengantar pesanan,” ungkapnya.

Seorang warga pasar yang enggan dikorankan, menyebutkan, dua hari sebelumnya, pedagang kain (sinjang/ samping),-Bu Daryo-, juga kehilangan tiga puluh potong kain mahal. Padahal saat kejadian, pemilik barang/ kain belum lama meninggalkannya.

“Yang bersangkutan (Bu Daryo-red), sedang membeli sayuran (Cabe rawit-red), tidak jauh dari tempat dia berjualan. Padahal, kira-kira paling lama ditinggal lima menit saja,” katanya.

Dia memperkirakan, aksi pencurian dilakukan oleh orang yang sangat memahami dan mengetahui kondisi dari para calon korbannya. Buktinya, setiap aksi pencurian yang dilakukan maling tersebut, selalu lolos dari perhatian para pedagang, serta warga pasar lainnya.

Sementara itu, Badriah, seorang pedagang pakaian lainnya, Senin (23/7), terpaksa harus gigit jari lantaran uang sebanyak hampir Rp. 10 juta yang ada di dalam tasnya, hasil berjualan pakaian, diambil maling.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar, Nenta, Senin (23/7), di ruang kerjanya, mengatakan, selama ini sistem kemanan di dua lokasi pasar itu masih dilakukan secara swadaya oleh warga pasar, dengan menunjuk satu-dua orang petugas.

“Biasanya penjagaan atau pengamanan itupun hanya dilakukan di malam hari. Selain waktu malam, keamanan diserahkan kepada masing-masing pedagang atau pemilik barang,” ungkapnya.

Nenta juga mengakui, pihaknya belum memiliki kewenangan untuk menarik retribusi keamanan. Soalnya, kata dia, ketika ada retribusi, secara tidak langsung harus ada timbal balik, salah satunya menyediakan sarana-prasarana dan tenaga pengamanan khusus.

Meski begitu, Nenta tetap menghimbau, agar warga pasar Bojongkantong dan Muktisari selalu waspada dan hati-hati terhadap aksi pencurian. Apalagi, menjelang hari raya Idul Fitri.

“Di saat pasar sedang ramai, salah satunya ketika memasuki ¾ bulan Ramadhan, atau mendekati Lebaran, aksi pencurian biasanya selalu mengintai pedagang,” pungkasnya. (deni)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply