Mampukah Pasar Banjar Menjadi Tujuan Wisata Belanja ?

05/07/2012 0 Comments

Untuk itu, Pemerintah Kota Banjar sekarang dan kedepan harus fokus merealisasikan rencana pembangunan objek-objek wisata baru, mengembangkan produk unggulan apa yang akan menjadi ciri khas Kota Banjar disamping itu juga pasar-pasar yang ada sekarang di Kota Banjar harus selalu menjaga masalah kebersihan, kenyamanan, keamanan dan harga yang kompetitif dari pasar modern.

Oleh: Dede Tito Ismanto

Beberapa bulan ke belakang tepatnya Bulan Februari 2012 Walikota Banjar telah meresmikan Pembangunan Pasar Banjar. Pasar Banjar yang dulunya terkesan kumuh, kini mulai berdiri megah bagaikan pasar modern. Namun salah satu permasalahannya sekarang pasar yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Banjar ini belum mampu menggeliatkan ekonomi sejumlah pedagang karena faktanya masyarakat yang berkunjung ke pasar masih relatif sepi. Harapan kita semua yang ingin menjadikan Pasar Banjar menjadi salah satu tujuan wisata belanja memang harus didukung semua sektor, terutama sektor pariwisata yang akan menjadi trigger bagi orang untuk berwisata sekaligus berbelanja.

Kita lihat pasar-pasar di kota lain yang sudah menjadi tujuan wisata belanja. Di sebelah barat di bagian Pulau Sumatra ada Pasar Atas, Pasar tradisional yang terletak di kota Bukittinggi, Sumatra Barat ini merupakan pusat grosir yang terkenal cukup murah. Pasar terletak di pusat kota Bukittinggi, tepatnya di bawah Jam Gadang. Pasar Atas menjual berbagai barang, mulai pakaian, aksesori, peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, serta souvenir lokal seperti gantungan kunci berbentuk jam gadang atau replika kecil ngarai sianok. Pasar yang selalu ramai setiap liburan oleh wisatawan asing ini menjadi pilihan tepat untuk membeli oleh-oleh khas Sumatra Barat. Apabila lapar, di dalam pasar terdapat banyak tempat makan khas Padang, seperti sate, soto, dan nasi padang yang lezat.

Di Pulau Jawa, kita bisa belajar dari pasar-pasar yang ada di Kota Solo seperti Pasar Klithikan, pasar khusus PKL yang menjual barang bekas, ada juga Pasar Gedhe Hardjonegoro yang lebih modern yang menjadi ikon kota, Pasar Induk Legi menjual hasil bumi terbesar di Solo, yang mendapatkan pasokan dagangan dari berbagai daerah baik dari wilayah sekitar Solo maupun dari luar daerah seperti Brebes, Temanggung, Tasikmalaya, Sidoarjo, Malang dan lain sebagainya. Kegiatan pasar ini dimulai dari dini hari sampai malam hari. Atau dari Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Pasar yang terletak di kawasan Malioboro ini mempunyai nilai historis dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta. Pasar yang interior bangunannya merupakan gabungan gaya Jawa dan kolonial ini menjual berbagai baju dan kerajinan kain batik dengan harga murah, tentu saja setelah ditawar terlebih dahulu. Pasar yang terdiri dari 7.000 pedagang ini tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya.

Di sebelah timur, ada Pasar Tradisional Ubud, Bali. Di pasar ini djual berbagai barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah khas pasar-pasar di tempat lainnya di Indonesia. Barang-barang yang ditawarkannya terbilang berkualitas namun harganya cukup terjangkau sehingga tak heran menurut orang-orang yang pernah kesini berani mengklaim bahwa Pasar Tradisional Ubud ini merupakan pasar terbaik di Bali. Pasar Tradisonal ini terbagi kedalam dua wilayah, dimana yang pertama berada di sebelah barat. Kawasan Barat ini lebih dikenal dengan Pasar Seni Ubud karena ditempat inilah banyak pedagang yang menjajakan barang-barang seni dan kerajinan khas Bali semacam sendal khas Bali, Baju Bali, sarung pantai, tikar, lukisan, patung, cermin unik sampai gantungan kuncipun ada disini. Sedangkan wilayah yang kedua ialah Pasar Tradisional Ubud yang menjual barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, sayur-mayur buah-buahan, dan lainnya.

Belajar dari pasar-pasar di kota lain yang sudah menjadi tujuan wisata belanja, kiranya kita semua memahami bahwa wisata dan belanja adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, keduanya saling melengkapi dan pasar adalah salah satu infrastruktur untuk mendukung itu semua. Bagi Kota Banjar, sektor pariwisata dan produk unggulan adalah kelemahannya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply