Pameran Potensi & Investasi Kuningan Summit Diundur

12/07/2012 0 Comments

Banjar, (harpanrakyat.com),- Pelaksanaan pameran potensi dan investasi daerah perbatasan yang tergabung dalam Kuningan Summit, yang rencanannya akan digelar di Kota Banjar antara bulan Juni-Juli 2012, dibatalkan.

Kasie. Bina Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Diperindagkop) Kota Banjar, Neneng Widiastuti, mengatakan, pameran tersebut akan digelar setelah Lebaran, yakni sekitar bulan Agustus mendatang.

“Alasan kenapa waktunya diundur, karena berdasarkan rapat forum Badan Kerjasama Antara Daerah atau BKAD pada tanggal 27 Juni kemarin di Kuningan, bahwa ada sebagian kabupaten/kota yang belum siap jika dilaksanakan bulan Juni maupun Juli. Penyebabnya katanya belum siap anggarannya,” kata Neneng, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Senin (9/7).

Padahal, lanjutnya, kalau untuk hotel dan stand kegiatan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Banjar, sedangkan bagi peserta dari daerah lain hanya butuh dana untuk perbekalan  selama pameran berlangsung.

Daerah yang tergabung dalam Kuningan Summit untuk wilayah Provinsi Jawa Barat diantaranya Kab. Ciamis, Kota Banjar, Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kab. Majalengka, serta Kab. Kuningan. Kemudian, untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah yakni Kab. Cilacap dan Kab. Brebes.

Sementara itu, mengenai lokasi kegiatan rencananya bertempat di Banjar Water Park (BWP). Namun, Neneng mengaku belum mengetahui apakah lokasinya di halaman BWP atau di dalam.

Neneng juga mengatakan, dengan digelarnya pameran potensi dan investasi daerah perbatasan nanti, diharapkan kedepannya akan terjalin kerjasama untuk mengembangkan potensi yang ada di Kota Banjar.

Misalnya melalui tukar produk unggulan dengan kab/kota lain, sebab Kota Banjar mempunyai banyak potensi yang sebetulnya bisa dikembangkan. Contohnya, daerah lain membutuhkan sale pisang atau keripik, dan di Banjar produk tersebut banyak tersedia. Maka, untuk memenuhi kebutuhan itu daerah lain bisa membelinya dari pengrajin yang ada di Kota Banjar.

Begitu pula pada bidang investasinya bisa saling memanfaatkan peluang dengan kab/kota lain untuk menggali potensi dan investasi.

“Selain itu, pameran tersebut juga menjadi wahana pembelajaran, apa yang menjadi kekurangan kita, misalnya masalah kemasan pada produk yang kita tawarkan harus bagus. Karena selama ini produk, khususnya makanan dari Kota Banjar, kemasannya kalah bagus oleh daerah lain,” ucapnya.

Kemudian harga juga jangan terlalu mahal. Sebab, prodak dari daerah lain kemasannya bagus, harganya pun lebih murah. Menurut Neneng, hal seperti itu merupakan salah satu contoh yang harus menjadi pelajaran bagi pengrajin yang ada di Kota Banjar. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!