Pemkot tak Paksakan Pembangunan di Lokasi Lapang Bola

19/07/2012 0 Comments

(Soal Pasar Batulawang)

Diperindagkop Kota Banjar bekerjasama dengan Toserba Pajajaran terus berupaya memicu keramaian di lokasi Pasar Batulawang. Tampak sejumlah warga tengah membeli bahan kebutuhan pokok yang disediakan pihak toserba. Poto diambil Selasa (17/7). Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Pembangunan Pasar Batulawang yang dilakukan Pemerintah Kota Banjar di lahan lapangan sepak bola adalah hasil kesepakatan antara pihak desa beserta masyarakat setempat. Sedangkan dana yang digunakan dalam pembangunan tersebut merupakan bantuan dari provinsi.

Hal itu dikatakan Kabid. Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Diperindagkop) Kota Banjar, Sukirman, terkait adanya tuntutan masyarakat Desa Batulawang yang menginginkan lapangan bola dikembalikan lagi fungsinya. Seperti diberitakan HR edisi 283.

“Dulu sebelum pasar dibangun, beberapa kali kami melakukan pertemuan bersama kepala desa, warga setempat dan tokoh masyarakatnya. Jadi, yang menginginkan dibangun pasar maupun menentukan lokasinya itu pihak desa dan masyarakat yang sebelumnya telah diusulkan pada Musrenbang,” kata Sukirman, Senin (16/7).

Lanjut dia, pemerintah tidak akan membangun pasar di lokasi itu kalau tanpa adanya kesepakatan/ijin dari masyarakat setempat. Dan sebetulnya pemerintah tidak memaksakan pasar tersebut harus dibangun.

Sukirman mengatakan, bahwa dengan adanya keinginan dari masyarakat seperti itu perlu direspon. Pihaknya memaklumi atas kekecewaan masyarakat, karena memang saat ini keberadaan bangunan Pasar Batulawang kurang dimanfaatkan oleh para pedagang.

Pihaknya juga membenarkan, bahwa memang hingga saat ini belum ada penggantian tanah lapang, karena lapangan bola yang sekarang digunakan masyarakat adalah milik PT. Perkebunan Nusantara dengan status tanahnya Hak Guna Usaha (HGU).

Artinya, selama lahan tidak digunakan oleh pihak Perkebunan, masyarakat diijinkan untuk memanfaatkannya. Namun, jika suatu saat akan dipakai, maka masyarakat tidak bisa menuntut meminta penggantian lahan kepada PT. Perkebunan.

“Bila sekarang masyarakat merasa kecewa, itu wajar. Sedangkan mengenai pengelolaan pasar, sejak pembangunannya selesai pun langsung diserah terimakan kepada pihak desa,” ujar Sukirman.

Meski demikian, sampai saat ini pemerintah kota terus berupaya untuk memicu pedagang supaya kembali berjualan di lokasi pasar, yaitu melalui kerjasama dengan Toserba Pajajaran. Setiap hari Selasa dan Kamis toserba tersebut berdagang di kawasan Pasar Batulawang.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Desa Batulawang, Asep Hidayat, saat ditemui HR usai mengikuti acara jalan sehat dalam rangka menyambut HUT RI yang digelar di kawasan Pasar Batulawang, Selasa (17/7), mengaku, bahwa dipilihnya lapang bola untuk lokasi bangunan pasar berdasarkan kesepakatan warga maupun tokoh masyarakat setempat.

Bahkan, Asep juga mengatakan, masyarakat sudah mendapat penggantian tanah lapang yang lokasinya berada di Dusun Tundagan. Menurutnya, meski lokasinya cukup jauh, namun animo masyarakat untuk memanfaatkan lapangan tersebut masih tetap tinggi.

“Lahan itu memang statusnya milik Perkebunan. Tetapi, para pegawai Perkebunan itu termasuk masyarakat Batulawang juga, jadi lapangan itu pun milik masyarakat Batulawang. Dan pada saat upacara peringatan hari kemerdekaan yang digelar di lapangan tersebut, masyarakat selalu hadir. Kemudian, lapangan yang kini ada bangunan pasar juga masih tetap bisa dimanfaatkan, seperti halnya kemarin kita mengadakan pertandingan futsal di sini,” ujarnya.

Asep menambahkan, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk menggeliatkan kembali kegiatan perekonomian di lokasi Pasar Batulawang. Bahkan, dirinya sudah mengajukan kepada Walikota agar pasar diberi tambahan berupa bangunan los/kios.

Jika permohonan tersebut ingin direalisasikan oleh pemerintah kota, maka aktifitas perdagangan di pasar harus terlihat ramai. Dengan demikian pihaknya berharap agar masyarakat memanfaatkan kembali keberadaan pasar tersebut. Bukan hanya warga Batulawang saja, namun pedagang dari luar pun diijinkan.

“Untuk itu kami juga saat ini sudah melakukan pendekatan dengan Kepala UPTD Pasar, sehingga pedagang dari luar Batulawang pun bisa berjualan di sini, sebab Pasar Batulawang ini bukan pasar yang buka setiap hari, tapi pasar musiman,” pungkas Asep. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply