Ramadhan Datang, Lonjakan Harga Harus Dihadang

19/07/2012 0 Comments

Oleh: Dede Tito Ismanto

Menjelang  masuknya bulan suci Ramadhan beberapa hari lagi, seperti sudah menjadi tradisi, harga bahan kebutuhan rumah tangga selalu mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas yang rentan dengan kenaikan harga antara lain beras, gula pasir, telur ayam, minyak goreng,  cabai, bawang merah, bawang putih, ikan segar dan daging ayam/sapi.

Harga-harga cenderung naik karena memang suplai barang yang berkurang disamping kebutuhan masyarakat yang cenderung meningkat atau juga memang sengaja dinaikkan karena para pemasok dan juga pedagang yang ingin meraup untung sebesar-besarnya dengan momen Ramadhan dan Lebaran ini. Kenaikan harga juga bisa disebabkan karena distribusi yang terhambat sehingga mempengaruhi ketersediaan stok atau juga karena faktor alam, apakah ada petani-petani yang gagal panen hingga berkurangnaya produksi. Hal ini tentu  saja mempengaruhi stabilitas harga. Akan tetapi, semua itu harus tetap dipantau sehingga kenaikan tetap masih dalam kewajaran.

Penyebab kenaikan harga sembako secara umum dikarenakan ketimpangan dalam suplai dan permintaan. Untuk gula misalnya, secara nasional, total kebutuhan konsumsi gula pada tahun 2012 mencapai 5,2 juta ton/tahun. Angka ini terdiri dari kebutuhan gula untuk industri sebesar 2,5 juta ton/tahun dan kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga langsung sebesar 2,7 juta ton/tahun. Sedangkan total produksi gula nasionanyal mencapai 4,6 juta ton/tahun, artinya masih ada defisit sekitar 600.000 ton. Menjelang Ramadhan dan Lebaran ini para pabrikan makanan dan minuman, termasuk yang berskala kecil, terpaksa membeli stok gula dalam jumlah yang relatif banyak untuk mengantisipasi permintaan produk makanan dan minuman yang meningkat sehingga harga gula di tingkat eceran juga ikut naik. Jadi memang disamping suplainya yang masih defisit ditambah permintaan yang meningkat, tentu hal ini yang menyebabkan kenaikan harga.

Kecenderungan kenaikan harga sembako ini harus menjadi perhatian pemerintah dan hendaknya diantisipasi. Kecenderungan kenaikan harga sembako tersebut, bisa diantisipasi dengan melakukan operasi pasar, seperti operasi pasar beras, gula, dan sebagainya. Karena itu, pemerintah daerah dan aparat terkait harus bergerak cepat. Sebab, tanpa adanya tindakan khusus, harga kebutuhan pokok khususnya sembako pasti melambung tinggi saat puasa nanti. Untuk itu perlu segera dilakukan operasi pasar demi mencegah adanya praktik penimbunan oleh pihak-pihak tertentu. Dalam hal ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus secara rutin atau berkala melakukan peninjauan ke lapangan. Jika memang ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga yang tidak wajar atau langka harus segera melakukan tindakan.

Pemerintah juga harus memperbaiki jalur distribusi, antara lain dengan cara menjamin kelancaran transportasi, termasuk menyiapkan jalur distribusi alternatif jika ada hambatan, baik yang ditimbulkan cuaca buruk, maupun sebab lainnya. Langkah preventif lainnya yang tak kalah penting adalah memanajemen para pemasok yang ada untuk negosiasi harga. Para pedagang juga demikian, diharapkan tidak melakukan hal-hal kecurangan demi meraup keuntungan berlebih hingga menyengsarakan masyarakat.

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!