Tahun Ajaran Baru, Satuan Pendidikan Alami Peningkatan Siswa

19/07/2012 Pendidikan
Tahun Ajaran Baru, Satuan Pendidikan Alami Peningkatan Siswa

Banjar, (harapanrakyat.com).- Tahun ajaran (t.a) 2012/ 2013 ini, sejumlah satuan pendidikan di Kota Banjar mengalami peningkatan jumlah siswa. Peningkatan itu dirasakan juga oleh SDN 1 Pataruman, SDN 4 Pataruman dan TK PGRI Kota Banjar.

Rohaelah S.Pd., Panitia Peneriman Siswa Baru (PSB), di SDN 1 Pataruman, Senin (16/7), mengatakan, siswa baru di sekolah tersebut, pada tahun ini mencapai 53 orang. Jumlah itu, terbilang bertambah, jika dibandingkan dengan tahun ajaran sebelumnya.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini, yang daftar ke SDN 1 jumlahnya meningkat. mereka (siswa baru-red) akan mengikuti pengenalan suasana sekolah dulu, “ ucapnya.

Bahkan, lanjut Rohaelah, untuk memudahkan dan melancarkan Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), siswa yang berjumlah 53 orang itu akan dibagi ke dalam 2 Rombel (Rombongan Belajar) atau kelas A dan B.

Senada dengan itu, salah seorang guru sekaligus panitian PSB SDN 4 Pataruman, yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan, masih banyak calon siswa yang mendaftar, dengan cara nungtut-an.

“Maaf! Kami belum bisa memberitahu jumlah anak yang sudah masuk. Soalnya belum seluruhnya direkap. Apalagi, saat ini masih banyak yang daftar,” ungkapnya.

Di tempat berbeda, pendaftaran siswa di TK PGRI Banjar juga cukup meningkat. Rata-rata, calon siswa yang mendaftar di TK tersebut, merupakan lulusan PAUD (pendidikan anak usia dini).

“Kali ini, yang masuk ke TK PGRI mencapai 15 orang, ditambah siswa baru yang melanjutkan ke Nol Besar sebanyak 6 orang. Dan biasanya, akan bertambah saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung,” kata Iis Herliani S.Pd., saat ditemui HR, Senin (16/7).

Namun demikian, dari pantauan HR, menyebutkan, suasana dan kondisi baru membuat para siswa baru masih malu-malu ketika akan memasuki kelas. Sebagian dari mereka masih harus ditemani oleh orang tuanya.

“Iya mungkin, karena tempat baru, terus temannya juga baru, anak-anak harus ditemani orang tuanya,” kata Srianingsih (32), orang tua siswa TK.

Ina (35), warga Lemburbalong juga begitu, “Anak saya juga ingin ditunggui terus. Padahal, saya harus masuk kantor,” pungkasnya. (HND)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles