Umbi-umbian Sumber Bahan Pangan Alternatif

05/07/2012 0 Comments

(Cegah Kerawanan Pangan)

Banjar, (harapanrakyat.com),- Kerawanan pangan adalah suatu kondisi ketidakcukupan pangan yang dialami daerah, masyarakat atau rumah tangga, pada waktu tertentu untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan, dan kesehatan masyarakat.

Untuk itu, dalam rangka mendukung ketersediaan pangan, Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kota Banjar bekerja sama dengan TP PKK Kota Banjar, selama bulan Juni 2012 telah melakukan sosialisasi Lingkungan Bebas Rawan Pangan di empat kecamatan yang ada di Kota Banjar, yakni Kec. Banjar, Pataruman, Purwaharja dan Kec. Langensari.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebanyak 100 orang per-kecamatan, mereka terdiri dari Kelompok Wanita Tani (KWT), kader PKK dan Kelompok Kerja (Pokja 3).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kota Banjar, H. Basir, SP, MP., saat ditemui HR usai kegiatan sosialisasi di Kec. Pataruman, pekan lalu, mengatakan, selama ini masyarakat hanya mengenal beras sebagai sumber makanan pokok.

“Sumber karbohidrat bukan hanya beras. Di Indonesia kaya sekali dengan beragam jenis umbi-umbian. Namun sayangnya baru dikenal dan dimanfaatkan oleh sebagian kecil masyarakat, terutama di pedesaan saja. Padahal, umbi-umbian bisa dijadikan sumber pangan alternative. Dengan demikian, itu dapat menjaga ketersediaan pangan di suatu daerah, begitu pula di Kota Banjar,” jelasnya.

Keterbatasan informasi mengenai jenis dan kegunaannya, bisa jadi merupakan salah satu penyebab minimnya pemanfaatan umbi-umbian terutama jenis minor selain kentang, singkong, talas dan ubi jalar.

Basir mengatakan, dalam sosialisasi tersebut pihaknya mengajak kepada para peserta untuk memulai mengolah penganekaragaman konsumsi pangan, berbasis umbi-umbian sebagai pengganti beras.

“Setelah sosialisasi ini perlu dilanjutkan dengan pelatihan untuk mengolah bahan pengganti beras, sehingga mendukung ketersediaan pangan di Kota Banjar, juga akan mendukung program one day no rice,” kata Basir.

Lebih lanjut dia menyebutkan, ada dua jenis kondisi kerawanan pangan, yakni kronis dan transien. Kerawanan pangan dapat dikatakan kronis jika terjadi berkelanjutan sepanjang waktu akibat keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya kelembagaan, sehingga menjadikan kondisi masyarakat menjadi miskin.

Sedangkan, keadaan kerawanan pangan transien disebabakan kondisi tidak terduga karena datangnya berbagai musibah, bencana alam, kerusuhan, musim yang menyimpang dan keadaan lain yang bersifat mendadak.

Sebagai strategi penanggulangan kerawanan pangan, kata Basir, pemerintah daerah harus mempunyai komitmen yang tinggi untuk membangun ketahanan pangan. Kemudian, revitalisasi kelembagaan sistem kewaspadaan pangan dan gizi, serta pemberdayaan masyarakat.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., mengatakan, supaya pembangunan ketahanan pangan di Kota Banjar bisa terlaksana dengan baik, komitmen yang tinggi saja belum cukup.

Tetapi harus diikuti dan didukung kelembagaan yang mantap dan bisa bersinergi dengan pemangku kepentingan di bidang pangan lainnya, serta tersedianya dana untuk mengoperasionalkan kegiatan yang telah dirancang.

“Kelembagaan lainnya yang tidak kalah penting adalah pusat kesehatan masyarakat, kegiatan posyandu dan sebagainya, yang peranannya dalam memberikan pelayanan kesehatan sangat dekat dengan masyarakat, terutama bagi wanita hamil, ibu-ibu menyusui dan balita,” ujarnya.

Ade menambahkan, kelembagaan non formal yang tumbuh dan berkembang dengan baik, seperti kelompok wanita, tokoh masyarakat serta pemuka agama sangat penting dilibatkan dalam memperbaiki tingkat kesehatan dan gizi masyarakat/keluarga.

Selain itu, berbagai kegiatan seperti pemanfaatan lahan pekarangan dengan pertanian terpadu, tanaman obat, sayur-sayuran dan buah-buahan perlu terus dikembangkan. Dengan begitu maka dapat meningkatkan pendapatan dan ekonomi rumah tangga. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!