Disperindagkop Sidak Makanan Tak Layak Konsumsi

16/08/2012 0 Comments

(Antisipasi Kecurangan Pedagang)

Petugas tengah memeriksa beberapa potong daging ayam yang mengandung kadar air cukup banyak. Bila daging mengandung kadar air berlebihan akan membuat daging cepat busuk. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Banjar , (harapanrakyat.com),- Sikap waspada terhadap bahan makanan atau makanan yang tak layak konsumsi sangat diperlukan menyusul mulai melonjaknya kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan, dan menjelang Idul Fitri. Kewaspadaan ini harus dilakukan karena tak menutup kemungkinan adanya oknum pedagang yang sengaja memanfaatkan momen untuk mencari keuntungan dengan berjualan makanan tak layak konsumsi, seperti telah kadaluwarsa.

Di Kota Banjar, upaya untuk mengantisipasi hal ini terus dilakukan sejumlah pihak terkait. Diantaranya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) yang menggelar sidak bersama Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP Kota Banjar ke sejumlah pusat perbelanjaan dan bahan makanan, Selasa (14/8).

Kabid. Perdagangan Disperindagkop Kota Banjar, Sukirman, mengatakan, hasil sidak dari beberapa supermarket dan Pasar Banjar memang tidak ditemukan barang berbahaya untuk di konsumsi.

Namun, tim sidak berhasil menemukan sejumlah barang yang kemasannya telah rusak, dan langsung memberikan peringatan kepada pengelola supermarket agar barang tersebut ditarik karena akan terindikasi masuknya virus.

“Sedangkan hasil sidak dari Pasar Banjar kami hanya menemukan beberapa potong daging ayam yang mengandung kadar air cukup banyak, dan ini sudah merupakan kecurangan. Sebab, bila daging mengandung kadar air yang berlebihan akan membuat daging cepat busuk. Untuk tindakan lebih lanjut, kami harus mengecek ulang di Lab guna mengetahui apakah ada campuran bahan pengawet pada daging tersebut,” tuturnya.

Sementara untuk daging sapi, Sukirman mengatakan sudah aman, karena tidak ditemukan adanya daging sapi glonggongan yang beredar di Kota Banjar. Tetapi, hasil sidak di Pasar Banjar petugas menemukan makanan kadaluarsa, yakni roti, kue kering serta beberapa makanan ringan.

Kemudian, ditemukan pula makanan siap saji seperti naget dan bakso bungkus yang diindikasi memakai bahan pengawet, serta tidak tercantum label PIRT, halal maupun masa kadaluarsanya. Petugas langsung membawa sampel makanan tersebut guna pengecekan lebih lanjut di labolatorium.

“Dalam kesempatan ini kami juga menghimbau kepada para pedagang maupun pengelola supermarket agar lebih teliti menerima barang dagangan dari produsennya. Selain itu, pedagang juga jangan memanfaatkan momen Lebaran ini dijadikan ajang kecurangan dalam berdagang. Bila sudah dihimbau tapi pedagang tersebut masih menjual barang yang berbahaya, maka kami akan melakukan tindakan tegas,” pungkas Sukirman. (PRA)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!