Gubernur Ajak Petani Jabar Kejar Target Surplus Beras Nasional

Gubernur Ajak Petani Jabar Kejar Target Surplus Beras Nasional

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di sela-sela pembagian 1.283 unit traktor di Lapang Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Senin (13/8). Foto : Subagja Hamara/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengajak kepada seluruh petani di Jawa Barat untuk terus bekerja keras meningkatkan produksi pertanian. Hal itu menyusul capaian target nasional yang menargetkan pada tahun 2014 Indonesia surplus beras.

“Mari kita bersama-sama  mengejar target tersebut. Tentunya kita harus kerja keras. Insyaallah, hasil kerja keras petani tersebut dapat dicapai pada 2014 mendatang, sehingga target nasional surplus beras, bisa tercapai. Perlu diketahui bahwa Jabar adalah Provinsi yang paling besar menyumbang beras nasional, ” ujarnya, di sela-sela pembagian 1.283 unit traktor di Lapang Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Senin (13/8).

Dalam acara tersebut, Gubernur membagikan 1.283 unit traktor untuk kelompok tani di Jawa Barat (Jabar). Pembagian traktor untuk para kelompok tani di Jabar itu, dimaksudkan untuk membantu petani dalam menyeragamkan pola tanam petani Jawa Barat.

“Tidak optimalnya produksi pangan Jabar selama ini, salah satunya karena pola tanam yang tidak seragam,” katanya.

Selain membagikan traktor, Heryawan juga membagikan pompa air sebanyak 1.064 unit, 350 unit alat pengolah pupuk organik (APPO), handsprayer sebanyak 786 unit dan 250 unit perbengkelan alat dan mesin pertanian. Bahkan, Heryawan juga sempat mencoba langsung traktor membajak sawah sebelum dibagikan kepada petani.

Heryawan menyampaikan, peran petani dalam memenuhi kebutuhan pangan sangat penting. Petani membangun negara ini lewat sawah sementara PNS membangun negara lewat administrasi. Keduanya, memberikan peran penting untuk sama-sama membangun negara.

“Untuk itu, penghargaan untuk petani juga harus lebih tinggi lagi. Karena petani juga sudha bekerja keras menyediakan ketersediaan pangan,” terang Heryawan.

Menurut Heryawan, jika petani tidak diperhatikan menjadi kesalahan besar. “Krisis yang paling dikhawatirkan di dunia ini, yaitu krisis air dan krisis pangan. Baru selanjutnya, krisis energi,” katanya.

Heryawan juga mencontohkan pertanian di negara maju sudah berkembang pesat. Produksi padi Jabar saat ini rata-rata 6-8 ton per hektare, sementara di luar negeri saat ini produksi pangan sudah mencapai 12 ton per hektare.

“Padahal kesuburan lahan pertanian Jabar tidak kalah bagus dari negara luar. Salah satu kesuksesan di negara maju ternyata mereka mengunakan pola tanam yang seragam,” tandas Heryawan.

Adapun bantuan traktor, lanjut Heryawan, di jabar saat ini sudah diserahkan sekitar 2.000 unit. Paling lambat dua tahun lagi, di targetkan semua kelompok tani sudah punya traktor.

“Ini merupakan bantuan produktif bukan bantuan konsumtif. Tujuannya, kedepan bisa berlangusng pola pertanian seragam dan pola tanam seragam,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jabar Endang Suhendar menargetkan, sedikitnya 6.000 poktan di jabar bisa mendapatkan bantuan traktor dan alat mesin pertanian. Namun untuk tahap pertana baru kita berikan 1.000 unit lebih.

“Saat ini Jabar masih kehilangan 11 persen hasil pertanian. Hal itu diakibatkan oleh terjadinya perubahan cuaca dan alih fungsi lahan,” tandas Endang.

Tiap tahun, lanjut Endang, tidak kurang dari 3.000 hektar lahan pertanian beralih fungsi menjadi sarana sosial, industri perumahan dan lainya. Sedangkan penambangan lahan baru sangat tidak signifikan dalam setahun hanya 200 sampai 300 hektar saja.

“Intensifikasi pertanian yang sedang kita genjot saat ini, agar hasil pertanian khususnya padi di Jawa Barat tidak terus mengalamai penurunan,” ujarnya.

Bupati Ciamis Engkon Komara menambahkan, pemberian banuan traktor dilakukan di Ciamis sangat tepat. Pasalnya, daerah Ciamis merupakan daerah unggulan pertanian dan nelayan.

“Bantuan ini akan jadi motifasi buat semua petani. Unggulan pertanian bisa terus didongktak untuk menopang ketahanan pangan nasional. Pada peringatan HUT kemerdekaan nanti Ciamis juga akan mendapat penghargaan dari presiden RI,” pungkasnya. (Bgj)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles