Ke Korea Selatan Memperkenalkan Sale Pisang & Batik Banjar

30/08/2012 0 Comments

(Sosok Anak Muda Kreatif)

Ray Ashari Rinaldy menunjukkan Batik dan Sale khas Kota Banjar bersama delegasi dari Laos, pada kegiatan Asia-Pacific Environmental Youth Forum 2012 di Korea Selatan. Foto : Ray Ashari Rinaldy untuk HR.

Dari Redaksi :

Berita edisi ini, HR memuat sosok anak muda Kota Banjar, Ray Ashari Rinaldy (18), tinggal di Kecamatan Purwaharja. Awal Agustus lalu mengikuti kegiatan Asia-Pacific Environmental Youth Forum 2012 di Korea Selatan. Mudah-mudahan pengalaman anak muda ini menjadi motivasi bagi anak muda negeri ini. Selamat membaca.

Ray Ashari Rinaldy alumni SMAN 1 Banjar tahun 2012 yang melanjutkan kuliah di UNIKOM Bandung jurusan Teknik Informatika (S1). Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 6-10 Agustus 2012 , Ray Ashari punya pengalaman untuk mengikuti Asia-Pacific Environmental Youth Forum 2012 (Forum Pemuda Lingkungan Hidup se-Asia Pasifik) yang diselenggarakan oleh pihak Bundang Civil Solidarity for Environment di Gyeonggi, Korea Selatan dan diikuti 10 negara (Korea, Indonesia, Vietnam, Laos, Filipina, Australia, Kazakhstan, Jepang, Nepal, Taiwan).

Inti dari kegiatan ini adalah untuk berbagi informasi tentang isu perubahan iklim di tiap negara, study visit dan pertunjukan tradisional. Adapun tujuannya adalah berbagi ide tentang masalah dan solusi atas kerusakan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan meningkatkan kerjasama pemuda antar negara. Terkait keikutsertaannya mengikuti kegiatan ini bermula dari seleksi yang diadakan organisasi lingkungan hidup SIMPONI (Sindikat Musik Penghuni Bumi), karena tahun ini SIMPONI terpilih menjadi perwakilan Indonesia dalam forum pemuda tersebut.

Jumlah partisipan yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak empat orang, mereka adalah M. Berkah Gamulya (Manager SIMPONI), Ray Ashari Rinaldy, Syafira Viandra Putri (SMAN 54 Jakarta), dan Rahmatania Ekoputri Apriliana (SMAN 8 Jakarta).

Rombongan berangkat ke Korea tanggal 5 Agustus 2012 dengan menggunakan maskapai Garuda Airlines via Bandara Soekarno-Hatta malam hari sekitar jam 11.30 WIB dan sampai di Bandara Incheon International Airport jam 06.30 WIB atau 08.30 untuk waktu di Korea Selatan (2 jam lebih cepat).

Setelah bertemu dengan partisipan dari negara lain dan berkenalan, selanjutnya berangkat menuju tempat kegiatan di Seongnam City Hall. Di forum ini dibentuk 9 grup dengan format (partisipan Korea + partisipan dari negara lain). Rombongan Ray pun menempati grup 1 bersama partisipan Korea yaitu Kim Seung Hwan, Hong Jiyeon, Park Hyelin, Jeong YunSang, Kim Gayoung, Kim Jimin, Kwak Piljoo, dan leader grup 1 yaitu Kim Sungak. Suasana canggung pun langsung hilang setelah Ray bersama teman-temannya mengenalkan diri, berbincang tentang banyak hal dan mencari tahu karakter masing-masing partisipan.

Sesuai agenda, malam harinya panitia mengadakan acara Green Party, sebuah pesta serba hijau sebagai acara untuk saling berkenalan, dan mencari keserasian setiap partisipan. Beberapa kegiatannya adalah partisipan dari suatu negara harus berkenalan dengan partisipan dari negara lain dan menuliskan tentang persamaan yang ada pada diri mereka (seperti hobi, umur, makanan atau minuman favorit, game favorit, dll), kegiatan selanjutnya yaitu berkumpul dengan warna baju hijau yang mirip dan berfoto bersama.

Hari kedua difokuskan kepada pengenalan setiap negara, isu/masalah dan diskusi lingkungan hidup serta persiapan kampanye lingkungan hidup. Sedangkan hari ketiga adalah kegiatan “outdoor”, karena grup Ray membahas tentang “Polusi Air” maka kami mendatangi tempat restorasi air di Korea bersama dua grup lainnya.

Untuk kegiatan hari ke empat meliputi pembuatan iklan lingkungan hidup dengan drama, dan International Night. Kegiatan hari kelima yaitu penutupan acara Asia-Pacific Environmental Youth Forum 2012 dan Cultural Festival. Di acara ini rombongan Ray Ashari menyajikan 2 lagu yaitu “Es Lilin” dan “Ondel-ondel” dengan Tania sebagai pemain gitar, Fira sebagai penyanyi, dan saya sebagai pemain Kecapi di lagu Es Lilin.

Pesan dan Kesan

Banyak pengalaman yang luar biasa yang Ray Ashari alami selama mengikuti kegiatan ini, mulai dari berkenalan dengan orang asing, menambah wawasan mengenai pengelolaan lingkungan hidup, mengunjungi tempat-tempat penting di Korea, mempelajari berbagai macam adat/kebiasaan dan karakter dari negara partisipan lainnya dan satu hal yang tidak lupa adalah membawa budaya dan nama Indonesia ke kancah Asia-Pasifik. Semoga dengan berbagi pengalaman ini bisa memberi inspirasi bahwa kita bisa berpikir dan beraksi di skala global tanpa lupa dengan identitas kita sebagai putra-putri bangsa serta dapat turut andil untuk bersama-sama mengatasi masalah lingkungan hidup dengan melakukan kebiasaan yang baik mulai dari diri sendiri.

Saat ini, sebagai langkah perwujudan kepedulian terhadap lingkungan hidup, Ray bersama teman-teman sedang membentuk komunitas INACEA (Indonesian Creative Actions) sebuah komunitas kreatif non-formal yang berupaya untuk mensosialisasikan kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan, dan teknologi agar dapat bermanfaat di masyarakat. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply