Musim Kemarau Petani Palawija Pilih Tanam Jagung

16/08/2012 0 Comments

Banjar, (harapanrakyat.com),- Petani di Dusun Parung, Desa Balokang, Kec/Kota Banjar, pada musim tanam penyelang tahun ini masih kurang tertarik untuk menanam kedelai. Meskipun harga kedelai mencapai Rp.8.000 per kilogram, namun mereka lebih tertarik menanam jagung sebagai tanaman palawijanya.

Hal itu dikatakan Dede, salah seorang petani. Menurut dia, tanaman kedelai sifatnya seperti padi. Di samping memerlukan air yang cukup, juga membutuhkan perawatan intensif.

“Harga kedelai memang cukup tinggi, tetapi jika ditanam pada lahan yang tidak dialiri saluran irigasi hasilnya juga tidak akan bagus, seperti halnya lahan palawija di Dusun Parung ini. Makanya petani di sini lebih memilih menanam jagung,” ujarnya, Jum’at (10/8).

Selain itu, kata Dede, petani juga masih kesulitan untuk mendapatkan benih kedelai. Berbeda dengan jagung, setiap usai panen padi musim tanam kedua, banyak produsen benih jagung hibrida gencar promosi ke petani yang ada di areal pesawahan non teknis.

Di lain tempat, Yanto, petani asal Desa Rejasari, Kec. Langensari, Sabtu (11/8), mengatakan, dirinya memilih untuk menanam jagung daripada kedelai. Meski diakuinya keuntungan menanam jagung lebih kecil, namun jagung tidak banyak mengandung resiko kegagalan dibanding kedelai.

“Pilihan menanam jagung, karena saat ini jagung pipilan harganya masih cukup stabil, yaitu 2.400 rupiah per kilogram. Petani lain di daerah sini ada juga yang memilih menanam kacang hijau, tapi beresiko kalau turun hujan,” paparnya.

Jagung tidak banyak ditanam petani pada musim kemarau, akibatnya pasokan jagung di pasaran terbilang kurang. Karena itu, begitu musim kemarau datang dan permintaannya mulai banyak, harganya pun bisa tinggi.

Menurut dia, harga jagung wajar saja mengalami kenaikan menjelang datangnya musim kemarau. Namun, hingga saat ini tidak banyak petani yang bisa menikmati hasil panennya.

Menyikapi selalu melorotnya harga jagung di saat musim panen, Yanto berharap pemerintah setempat turut membantu pemasaran jagung petani. “Kami berharap ada sentuhan dari pemerintah kota untuk membantu petani jagung, misalnya dengan bantuan pemasaran dan pelatihan pembuatan makanan olahan jagung,” harap Yanto. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!