Pemerintah Belum Anggarkan Untuk Perbaikan Jalan Alternatif

16/08/2012 0 Comments

(Perlintasan KA Langensari Harus Ditutup)

Meski jembatan fly over Langensari sudah dibangun, namun tetap saja banyak pengemudi sepeda motor yang memaksa melewati jalan perlintasan kereta api tak berpintu. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Selain perlu adanya perbaikan jalan alternatif, solusi terbaik supaya jalan perlintasan kereta api tak berpintu di Kec. Langensari, sebaiknya jalur tersebut tidak lagi dilalui andong/sado, becak, pedagang gerobak dorong, sepeda kayuh, bahkan sepeda motor. Lajur  perlintasan itu harus ditutup, demi keselamatan.

Hal itu dikatakan Kasie. Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar, Harun Al Rasyid, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Senin (6/8).

Menurut dia, sebetulnya akses jalan alternatif bagi kendaraan non mesin/motor ada dua jalur, yakni jalur Timur dan Barat, yakni ke arah Stasion Langensari dan Waringinsari.

Namun, pihaknya juga mengakui bahwa kondisi kedua jalur tersebut belum diperbaiki, tapi tetap masih layak untuk dilalui. Hanya saja jarak tempuh dari kawasan pasar ke Alun-alun Langensari tidak secepat bila melalui jalan perlintasan KA, yang sebelumnya menjadi jalur utama.

“Kedepannya pemerintah akan melakukan perbaikkan pada kedua jalur alternatif itu. Cuma sekarang perbaikkan hanya diprioritaskan untuk jalan yang dianggap lebih penting,” kata Harun.

Pihaknya juga berharap, apabila jalur Timur dan Barat sudah diperbaiki, maka masyarakat sendiri harus konsekuen terhadap keinginannya, dan tidak lagi menggunakan jalan perlintasan KA.

Jangan sampai, setelah jalan tersebut ditutup, masyarakat malah bereaksi menentangnya, seperti yang terjadi saat penutupan tempo lalu. Atas desakan masyarakat, akhirnya jalan pun tidak ditutup total, namun itu juga bukan untuk dilalui kendaraan bermotor. Dengan demikian, maka perlu adanya kesadaran dari para pengguna jalan.

“Memang untuk masalah penutupan jalan bukan kewenangan kami. Tetapi, dalam masalah ini perlu adanya kesiapan dari masyarakat secara fisiologi, bahwa dibangunnya fly over di sana supaya jalan perlintasan KA yang tak berpintu itu ditutup demi keselamatan pengguna jalan. Dan itu merupakan kesepakatan kami dengan pihak PT. KAI,” katanya.

Di tempat terpisah, Kabid. Lalu-lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika dan Pariwisata (Dishubkominpar) Kota Banjar, Yayan Herdiaman, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa (7/8), membenarkan bahwa secara koordinasi jalan tersebut bakal ditutup.

Pada intinya, kalau semua pihak sudah siap jalan perlintasan itu ditutup, dan jalan alternatif sudah diperbaiki, maka Dishubkominpar akan berkoordinasi lagi dengan semua pihak terkait untuk melakukan penutupan jalan secara total.

“Dalam masalah ini perlu adanya kesadaran dari semua pihak terutama masyarakat pengguna jalan, mengenai pentingnya keselamatan berlalu-lintas. Karena, keselamatan kita merupakan tanggung jawab diri kita sendiri,” katanya.

Yayan menambahkan, pemerintah sudah sangat perhatian pada masyarkatnya hingga mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk pembangunan fly over, sayang jika tidak digunakan oleh kendaraan sepeda motor.

Sedangkan bagi kendaraan non mesin, seperti andong, sepeda kayuh maupun becak sebaiknya menggunakan jalan alternatif. Hal itu tentu demi keselamatan pengguna jalan. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply