Raskin Kualitas Buruk Terpaksa Disalurkan ke Penerima

16/08/2012 0 Comments

Di Banjarsari, Pasokan Raskin Tidak Sesuai Jumlah RTH

Beras raskin yang ada di Purwodadi kualitasnya buruk. Selain berasnya bau apek, juga terdapat kutu yang bercampur dengan beras tersebut. Foto : Entang/HR.

Purwadadi, (harapanrakyat.com),- Meski Beras Miskin (Raskin) yang diterima Desa Purwajaya Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis, kualitasnya sangat buruk, yang dimana terdapat kutu dan barorama bau apek, namun aparat desa setempat tetap saja menyalurkan Raskin tersebut ke seluruh penerima. Tak pelak, raskin kualitas buruk itu pun mendapat protes dari masyarakat penerima.

Kaur Kesra Desa Purwajaya, Solihun, mengatakan, Raskin kualitas buruk itu sudah terlanjur didatangkan, sementara pihak desa dituntut harus segera melakukan pendistribusian di saat Raskin sudah berada di kantor desa.

“ Ya bagaimana lagi, Raskin itu terpaksa disalurkan kepada penerima yang berhak. Alasannya, raskin itu harus segera dilunasi pembayarannya ke pihak Bulog. Selain itu, sudah banyak masyarakat penerima yang sudah menunggu jatah Raskin tersebut, “ ujarnya, kepada HR, Selasa (21/7).

Namun begitu, lanjut Solihun, pihaknya berjanji akan melakukan komplen, jika raskin pada pembagian tahap berikutnya, kualitasnya sama. “ Yang pasti, apabila Raskin pada pembagian berikutnya kualitasnya masih jelek, kita pun terpaksa harus menolak. Kita akan meminta ditukar dengan kualitas yang selayaknya. Yang jelas, kita akan melakukan pengecekan sebelum kiriman Raskin diturunkan dari mobil,” tandasnya.

Sementara itu, warga setempat, Miswanto, menyesalkan buruknya kualitas Raskin yang diterima Desa Purwajaya pada bulan Juli ini. Menurutnya, beras tersebut sangat tidak layak dikonsumsi, karena terlihat kotor berkutu, juga beraroma bau apek. “ Layaknya beras itu untuk makanan binatang, bukan untuk makanan manusia, “ ucapnya sedikit kesal.

Miswanto pun menyayangkan terhadap sikap aparat Desa Purwajaya yang tidak ada sedikit pun reaksi ketika mendapat jatah Raskin yang kualitasnya buruk. “ Seharusnya Pemerintah Desa Purwajaya sebagai penerima awal Raskin dari Bulog, berani mengambil langkah dan bertindak, dengan menolak atau mengembalikan beras tersebut,” tegasnya.

Selain di Desa Purwajaya Kecamatan Purwodadi, permasalahan Raskin pun muncul di Kecamatan Banjarsari. Hanya, permasalahan di daerah itu, terkait adanya pengurangan jatah RTS (Rumah Tangga Sasaran) penerima Raskin.

Seperti terjadi di Desa Banjarsari Kecamatan Banjarsari. Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS), atau penerima manfaat raskin di wilayah Desa Banjarsari sebanyak 354 KK. Namun kenyataaan di lapangan, pasokan jatah Raskin untuk desa itu hanya untuk 162 RTS.

“Dengan kata lain, 192 lainnya hilang, atau sekitar 60 persen dari total jumlah KK penerima,” kata Kepala Desa Banjarsari, M. Nurdin, kepada HR, Selasa (21/7).

Bahkan, menurut M. Nurudin, sebagian besar warga Desa Banjarsari menolak Raskin yang didistribusikan oleh Bulog Ciamis. Hal itu berkaitan dengan pengurangan jumlah jatah Raskin ke wilayah mereka.

Dihubungi terpisah, Kepala Bulog Sub Divre Ciamis, Ali Ardi, mengatakan,  membantah jatah beras miskin (raskin) untuk Desa Banjarsari Kec. Banjarsari dikurangi. Pasalnya, pihak Bulog sudah berusaha sebaik mungkin untuk melayani dan mendistribusikan beras tersebut kepada penerima di wilayah setempat.

Dihubungi terpisah, Kepala Bulog Sub Divre Ciamis, Ali Ardi, mengatakan, adanya informasi mengenai penyaluran Raskin kualitas buruk ke Desa Purwajaya Kecamatan Purwadadi, pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke kantong-kantong penyalur Raskin di daerah tersebut.

“ Kita akan cek langsung ke tempat penggilingan padinya, kenapa bisa terjadi seperti itu. Yang pasti, kita selalu berusaha ingin melayani yang terbaik bagi masyarakat, “ ujarnya, kepada HR, Selasa ( 21/7).

Sementara mengenai adanya pengurangan jatah RTS penerima Raskin di Kecamatan Banjarsari, Ali mengatakan, pihaknya melakukan distribusi raskin, disesuaikan dengan data hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS).

Pihaknya, sambung Ali, juga tidak bisa mengubah jumlah jatah raskin untuk wilayah Banjarsari. Seandainya hal itu dilakukan, maka pihaknya menyalahi aturan yang berlaku. “Bulog hanya mendistribusikan raskin kepada penerima, sesuai dengan data dan daftar dari Menkokesra, atau dari hasil survey BPS,” ungkapnya. (Tang)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply