Bale Desa tak Layak, Bupati Minta Bangun Swadaya

06/09/2012 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah bangunan bale (kantor) desa di Kab. Ciamis kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan sebagian lagi kondisinya sudah tidak layak dipakai. Keadaan tersebut tentunya membuat beberapa kalangan bertanya-tanya, kenapa Pemkab. Ciamis belum juga memberikan perhatian?

Wakil Ketua DPRD Kab. Ciamis, Ganjar M. yusuf, Kamis (30/8), mengatakan, desa merupakan pemerintahan atau pelayan masyarakat paling bawah, yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Menurut Ganjar, kondisi sarana gedung atau bangunan desa yang baik, bisa membantu meningkatkan pelayanan. Sayangnya, selama ini keinginan untuk memiliki bangunan tersebut belum sepenuhnya bisa terpenuhi. Alasannya karena proporsi anggaran pembangunan bale desa sangat kurang.

Ganjar menandaskan, seharusnya Pemkab. Ciamis setiap tahun anggaran bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan bale desa. Soalnya, kata dia, selama pembangunan bale desa sering mengandalkan swadaya dari masyarakat.

“Campur tangan pemerintah dalam hal ini sangatlah dibutuhkan. Jika sudah kondisi bale desa sudah baik, tidak akan ada lagi desa yang dikategorikan desa tertinggal,” ungkapnya.

Sependapat dengan itu, Ketua Asosiasi Pamong Desa Indonesia (APDI), Ahmad Hidayat, membenarkan, anggaran bagi pembangunan bale desa masih minim. Selama ini, perbaikan dan pembangunan bale desa masih mengandalkan swadaya masyarakat.

“Itu pun masih tidak cukup, apalagi jika harus membangun bale desa seutuhnya. Alasannya memang karena tidak ada anggaran lain untuk penunjangnya,” katanya.

Ahmad mengatakan, dari 360 desa yang ada di Kab. Ciamis, beberapa desa diantaranya belum mendapatkan bantuan pembangunan bale. Dia berharap, Pemkab. Ciamis segera mengalokasikan bantuan atau anggaran untuk pembangunan bale desa tersebut.

Di tempat terpisah, Bupati Ciamis, Engkon Komara, mengaku prihatin jika masih ada bale desa dengan kondisi tidak layak. Padahal bagi dia, desa merupakan pintu utama pelayanan masyarakat.

Sayang, kata Engkon, banyaknya jumlah desa dan minimnya anggaran di Kab. Ciamis, menjadi salah satu penyebab ketidakmampuan pemerintah untuk membantu membangun bale desa tersebut.

Padahal lanjut Engkon, pihaknya sangat berkeinginan untuk membantu membangun bale desa. Namun demikian, dia sangat mengapresiasi kemampuan masyarakat yang pro-aktif membangun bale desa melalui swadaya.

“Kebersamaan masyarakat dalam membangun desa sangat kami harapkan. Kedepannya, Pemkab. Ciamis akan berupaya membantu pembangunan bale desa yang kondisinya masih rusak, agar pelayanan dan keinginan masyarakat bisa terpenuhi,” pungkasnya.

Sementara itu, saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Kades Sindangsari Periode 2012-2018, Wagiso, SIP, Selasa (4/9), Engkon juga mengatakan, Pemerintah Desa harus mampu menggali potensi yang ada di tingkat desa. Dia juga meminta agar Kades menjalin komunikasi dengan kalangan masyarakat, jika ingin memajukan dan memakmurkan desa.

Karena, lanjut Engkon, tanpa partisipasi masyarakat, pembangunan desa tidak pernah akan berjalan dengan baik. Untuk itu, perlu adanya upaya menjalin keharmonisan di setiap lini masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wati (42), warga Desa Sindangsari Kec. Banjarsari berharap, Kades baru, Wagiso, SIP, membawa angin segar bagi kemajuan desanya. Selain itu, mereka juga mendambakan, pelayanan terhadap masyarakat lebih maksimal.

Meski begitu, Wati  mengaku bersyukur dengan pelantikan Kades Wagiso, periode 2012-2018. “Mudah-mudahan saja, Pa Kuwu yang baru, lebih mendedikasikan dirinya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sindangsari,” ungkapnya. (es/ andri)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!