DKPPLH Bantah Tidak Lakukan Monitoring

20/09/2012 0 Comments

(Soal Bau Tak Sedap Dari Pabrik Pupuk yang Dikeluhkan Warga)

Banjar, (harapanrakyat.com),- Dinas Kebersihan, Pertamanan, Pemakaman dan Lingkungan Hidup (DKPPLH) Kota Banjar, mengaku kesulitan untuk melakukan kajian ulang terhadap pabrik pupuk yang dikeluhkan warga Dusun Babakan, Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar, yang menyebarkan bau tak sedap. Pasalnya, pabrik tersebut ternyata sudah lama tidak beroperasi, yakni sejak pertengahan tahun 2011 lalu.

Hal itu dikatakan Kabid. Lingkungan Hidup DKPPLH Kota Banjar, Hilda, terkait adanya keinginan warga di sekitar pabrik pupuk agar dinas terkait segera melakukan kajian ulang terhadap pabrik pupuk itu. Seperti diberitakan HR edisi 290.

Menurut Hilda, selain pabrik pupuk sudah tutup atau tidak beroperasi, warga sekitar juga tidak pernah membuat laporan pengaduan resmi secara tertulis. Sejak dulu, jika ada keluhan dari warga hanya disampaikan secara lisan.

“Seharusnya warga melaporkan secara tertulis dengan diketahui oleh Ketua RT sampai kelurahan, kemudian disampaikan ke pihak kami. Setelah itu baru kami akan tindak lanjuti keluhan warga, karena jika tidak ada laporan tertulis, kami kesulitan untuk menindak lanjuti keinginan warga, sebab tidak ada dasar untuk melakukannya,” kata Hilda, Selasa (18/9).

Lanjut dia, dulu pernah ada pertemuan antara pihak pabrik pupuk dengan masyarakat sekitar di Kelurahan Pataruman. Hasil pertemuan itu masyarakat mendukung asalkan ada kontribusi kepada mereka (warga-Red).

Mungkin penyebabnya ada warga yang merasa iri tidak kebagian, sehingga mengadu bahwa pabrik itu menggangu karena menyebarkan bau yang tidak enak. Padahal, sebelum pabrik tersebut berhenti operasi, warga tidak ada yang komplain.

Hilda membantah jika DKPLH tidak melakukan monitoring. Pasalnya, setiap semester pihaknya secara rutin melakukan pemantauan. Hasil dari pemantauan bahwa limbah yang dikeluarkan tidak ada masalah.

“Sekecil apapun komplain dari masyarakat, DKPLH langsung memanggil yang punya pabrik itu. Pihak pengusaha pun sangat kooperatif dan menerima masukan atau solusi dari kami terhadap komplain tersebut,” ucapnya.

Di lain tempat, menurut warga sekitar pabrik pupuk yang namanya enggan di korankan mengatakan, sungguh tidak masuk akal jika pabrik itu berhenti beroperasi. Karena, sebelum lebaran kemarin bau menyengat masih tercium.

“Seharusnya sudah tidak lagi tercium bau jika memang pabrik sudah ditutup dari awal pemberhentian operasi sampai sebelum lebaran. Tapi pada kenyataannya masih tercium, walaupun sekarang sudah jarang baunya,” kata warga, Selasa (18/9). (adi)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply